Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Potret Perkebunan Sawit di Malang Selatan, Harga Panen Murah Hingga Terbengkalai

Sepetak tanah di Desa Bandungrejo, Dampit, Kabupaten Malang, mengungkap fakta terkini potret perkebunan sawit di Kabupaten Malang.

erwin wicaksono/suryamalang.com
Mantan petani sawit Parmin (kiri baju hitam) dan petani sawit yang masih aktif Sunjoto (kanan baju putih) di Malang. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sepetak tanah di Desa Bandungrejo, Dampit, Kabupaten Malang, mengungkap fakta terkini potret perkebunan sawit di Kabupaten Malang.

Tanaman bernama latin Elaeis guineensis ini sekilas secara kasat mata tampak tumbuh subur di tanah berkarakter karst di Malang Selatan.

Namun siapa siangka, petani yang merawat tanaman sawit tersebut kini sedang dirundung dilema.

Mantan petani kelapa sawit bernama Parmin (48) menerangkan berbagai pengalaman tidak produktif selama menanam pohon sawit.

Salah satunya harga kelapa sawit yang jauh dari standar pasaran.

"Banyak warga sawitnya ditebangi. Faktornya harganya gak stabil. Sekarang ini cuma Rp 800 per kilogram," ucap Parmin ketika ditemui di salah satu perkebunan sawit Desa Bandungrejo yang masih tersisa, Senin (7/6/2021).

Parmin menceritakan awal mula dirinya tergiur tawaran menanam sawit.

Kala itu, tepat pada tahun 2012 silam, sebuah yayasan yang berafiliasi dengan perusahaan sawit asal Blitar menawarkan warga menanam sawit dengan keuntungan yang prospektif.

"Ada yayasan dari Blitar, namanya saya kurang tau. Memberikan bibit dan pupuk selama 3 tahun. Masyarakat suruh menanam untuk menyuplai pabriknya yang ada di Blitar. Dulu waktu sosialisasi dijanjikan harga sesuai pasaran, Rp 1200-1300 per kilogram," beber Parmin.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved