Minggu, 19 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Potret Perkebunan Sawit di Malang Selatan, Harga Panen Murah Hingga Terbengkalai

Sepetak tanah di Desa Bandungrejo, Bantur, Kabupaten Malang, mengungkap fakta terkini potret perkebunan sawit di Kabupaten Malang.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Mantan petani sawit Parmin (kiri baju hitam) dan petani sawit yang masih aktif Sunjoto (kanan baju putih) di Malang. 

"Rp 800 sampai Rp 850 per kilogramnya. Dijualnya ya ada pengepul-pengepul yang datang ke sini membawa truk untuk membeli sawit," beber Sunjoto.

Sunjoto merawat tanaman sawitnya dalam kurun waktu 9 tahun terakhir.

Ia bercerita sawit yang ditanam hasilnya tidak begitu bagus.

Ia pun tak mengetahui penyebab pastinya.

"Kalau yang bagus itu buahnya tebal kalau ini kecil-kecil gak tebal-tebal banget," tutur pria yang akrab disapa mbah Njoto ini.

Secara perawatan, Njoto menjelaskan kelapa sawit tak susah-susah amat perawatannya.

Cukup hanya diberi pupuk secara berkala.

Njoto memiliki lahan seluas lebih dari 3 hektare.

Seluruh lahannya ia tanami sawit, jika dihitung tanaman sawit yang dimiliki Njoto lebih dari 1000 pohon.

Njoto tinggal bersama istrinya di rumah gubuk kayu di dalam kebun sawit miliknya.

"Sawit itu berbuah tiap bulan. Tapi gak semua pohon yang berbuah, jadi acak. Satu pohon itu bisa 20 sampai 40 kilogram. Ya tergantung kualitasnya juga," katanya.

Ditanya untung dan rugi saat menanam sawit, Njoto masih menganggap sawit masih punya sisi ekonomis.

"Kalau pribadi saya ya untung saja. Usia saya pun sudah tua. Gak mungkin ini saya tebangi, karena sudah terlanjur," ungkap Njoto.

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved