Sisa Kuota Pendakian Gunung Semeru Sampai Akhir Juni 2021, Di Atas Tanggal 20 Masih Banyak

Sisa kuota pendakian Gunung Semeru sampai akhir Juni 2021, 7-9 penuh, di atas tanggal 20 masih banyak

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Eko Darmoko
Canva.com
Ilustrasi pendaki, sisa kuota pendakian Gunung Semeru sampai akhir Juni 2021 

TNBTS mulai menyediakan peralatan mulai tahun 2017, dan melibatkan warga untuk pelestarian Elang Jawa.

"Memang waktu itu kami tertinggal dari taman nasional lain. Pemantauan Elang Jawa menjadi maksimal sejak kami mengajak komunitas dan an membeli peralatan, seperti kamera," ucap Toni Artaka, Pengendali Ekosistem Hutan TNBTS kepada SURYAMALANG.COM, Senin (7/6/2021).

6 Warga Tulungagung Terindikasi Tertular Antraks, Diketahui dari Kematian Sapi

Baca juga: Penampakan Makhluk Aneh Berjalan Tegak Seperti Manusia Bikin Heboh, Warga Sumbar Sebut Baunya Busuk

Pemandangan Indah di Gunung Bromo dan Gunung Semeru, pendakian dan wisata dibuka 24 Mei 2021
Pemandangan Indah di Gunung Bromo dan Gunung Semeru, pendakian dan wisata dibuka 24 Mei 2021 (Canva.com)

Berdasarkan catatan TNBTS sejak 2017-2021, total ada 27 Elang Jawa dari individu yang berbeda di TNBTS.

Jumlah tersebut menunjukkan adanya kenaikan populasi dari Elang Jawa.

Elang Jawa kerap ditemui di lereng barat dan lereng timur Gunung Semeru.

Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah, karena masih ada area yang belum termonitoring oleh petugas.

"Kabar ini harus kami informasikan. Karena selama ini kita hanya menyembunyikan. Kalau sampai hilang jadi kami yang salah. Tapi kalau saya kasih tahu ke masyarakat, jadi kita semua yang salah," ucapnya.

Toni mengatakan, dengan termonitornya Elang Jawa tersebut menjadi bukti, bahwa ekosistem hutan yang ada di TNBTS masih terjaga.

Info Pendakian Semeru Terbaru: 4 Berkas yang Wajib Dibawa, Batas Akhir Reschedule & Kuota Juni 2021

Syarat Booking Online Gunung Semeru, 8 Hal yang Wajib Diketahui Termasuk Waktu Check In & Check Out

Foto ilustrasi seekor Elang Jawa berusia 19 bulan yeng hendak dilepasliarkan beberapa waktu lalu
Foto ilustrasi seekor Elang Jawa berusia 19 bulan yeng hendak dilepasliarkan beberapa waktu lalu (surya.co.id/rahadian bagus priambodo)

Hal ini berbanding terbalik dengan populasi burung Cucak Ijo, burung Manyar dan burung Gelatik di TNBTS.

Selama melakukan pengamatan di dalam hutan, pihaknya hanya sesekali saja dapat bertemu dengan ketiga jenis burung tersebut.

Hal tersebut menjadi catatan Toni selama mengamati ekosistem yang ada di hutan kawasan TNBTS.

"Seperti Cucak Ijo itu di hutan kita jarang sekali menemukannya. Tapi di pasar burung malah banyak. Karena masyarakat banyak yang berburu itu. Mereka lebih memilih cara yang instan," tandasnya.

Reporter: M Rifky Edgar/ Penulis: Sarah Elnyora/ SURYAMALANG.COM. 

Ikuti berita kuota pendakian Gunung Semeru, info pendakian Semeru terbaru, info pendakian Semeru, pendakian Gunung Semeru dan Gunung Semeru lainnya 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved