Penanganan Covid
Sutiaji Akui Angka Kematian Covid-19 Kota Malang Tinggi Setelah Menko Luhut Sorot Malang Raya
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, bahwa dalam sehari, angka kematian akibat kasus Covid-19 di Kota Malang mencapai 10-13 orang
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
Sutiaji menyebut peningkatan angka kematian Covid-19 di kota Malang disebabkan adanya keterlambatan penanganan.
Banyak warga terlambat ditangani imbas dari penuhnya IGD Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.
"Ini yang menjadi perhatian kita. Sebenarnya Kota Malang lihatnya bukan dari kematian, tapi BOR. Termasuk herd immunity. Jadi BOR itu sesungguhnya Kota Malang di bawah 50," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM Selasa (3/8).
Ia menyebut pasien yang dirawat di Kota Malang ini tidak hanya berasal dari Kota Malang, tapi banyak juga yang dari luar Kota Malang,"
"Contoh kemarin, bu gubernur ke RS UMM tanya rata-rata dari Situbondo dan Kediri. Kita lihat BOR, Surabaya BOR-nya luar biasa. RS rujukan banyak. Tidak bisa disamakan. Notabenenya banyak RS skalanya regional. Sedang kita RS adalah domisisli Malang malah pasien dari luar,' ucapnya.
Angka kematian covid-19 di Malang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Bukan hanya kematian di Kota Malang, tapi termasuk di Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kematian pasien Covid-19 di wilayah Malang Raya masuk dalam kategori tertinggi dan jadi perhatian khusus pemerintah pusat.
Tak hanya wilayah Malang Raya saja, Luhut menyebut ada wilayah lain yang juga mendapat perhatian khusus, yakni Bali, DI Yogyakarta dan Solo Raya.
Ke 4 wilayah itu disebut sebagai daerah yang butuh perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus, positivity rate dan jumlah kematian warganya.
“Daerah yang butuh perhatian khusus seperti, Bali, Malang Raya, DI Yogyakarta dan Solo Raya. Tapi, semua daerah itu sudah kami tangani, dan semestinya minggu ini akan lebih baik, karena hari ini angkanya sudah sedikit lebih baik. Kami sangat yakin dalam satu atau dua pekan ke depan kondisinya akan lebih baik,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).
Luhut menyebut tingginya angka kematian karena banyak masyarakat berisiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri.
Pasien yang meninggal dunia, kebanyakan saturasi oksigennya di bawah 90, dan telat mendapatkan perawatan medis.
Untuk menurunkan angka kematian, pemerintah berupaya melakukan intervensi termasuk membentuk task force untuk menjemput warga yang isolasi mandiri untuk dibawa ke tempat isolasi terpusat.
Mendorong pembukan tempat isolasi terpusat di berbagai wilayah.
Kemudian, mendorong peran TNI-Polri dan Pemda untuk terlibat aktif melakukan pelacakan, pengetesan dan perawatan, juga menjemput masyarakat ke tempat isolasi terpusat.
Berita terkait Malang