Berita Malang Hari Ini
Rumah Teduh Kota Malang, Bantu Pasien Kanker dan Pendamping Peroleh Rumah Singgah
Juwariyah, 67, warga Muncar Banyuwangi, sudah dua pekan tinggal di Rumah Teduh 21 Sahabat Iin di Jalan Pajajaran Kota Malang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
Dengan adanya rumah singgah, ia senang karena membantu mereka yang tinggalnya di luar Kota Malang sehingga pengobatan anaknya bisa berjalan.
"Saya sepertinya akan tinggal lama di Malang. Sebab pekan depan, anak saya masih baru di USG," jelasnya.
Untuk kebutuhan pribadi anaknya, ia masih membeli popok sekali pakai juga tisu.
Di Kota Malang, Rumah Teduh ada tiga, sehingga diberi nama nomer 19, 20 dan 21.
Lokasi semuanya tak jauh dari RSSA, rumah sakit rujukan untuk masyarakat Jawa Timur.
Rumah Teduh 21 sebelumnya tempat kursus ternama.
Ketika tutup pada 2019, menurut Edi Junaedi, Koordinator Rumah Teduh Malang, rumah itu dikontrak dari pemiliknya.
"Founder Rumah Teduh adalah pribadi, bukan yayasan," kata Edi pada suryamalang.com.
Rumah itu untuk pasien dan pendamping tinggal sembari kontrol di kesehatan di RSSA.
"Di sini tidak dokter dan nakes. Kami hanya siapkan relawan," jelas pria ini.
Tugas relawan mengantarkan dan mengambil pasien ke dan dari RSSA.
Rata-rata pasien kanker dari luar kota dimana mereka membutuhkan tempat tinggal dan makan.
Sejak Februari 2021, pihaknya ada kerjasama dengan RS terutama untuk pasien tidak mampu akan ditawari tinggal di rumah singgah.
Menurut dia, membawa pasien dan pendamping ke rumah singgah kadang bukan hal mudah.
Sebab ada yang tidak percaya dan ada yang takut harus membayar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rumah-teduh-21-sahabat-iin-di-jalan-pajajaran-kota-malang.jpg)