Berita Surabaya Hari Ini

Mahasiswa ITS Asal Malang Buat Sistem Hidroponik Serba Otomatis Atur PH dan Nutrisi Bertenaga Surya

Rancangan alat ini memungkinkan pekerjaan utama petani hidroponik dalam mengontrol Ph dan nutrisi bagi tanaman bisa berjalan sendiri secara otomatis.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Dok. Pribadi Geraldy Rizko Adhira Putra
Rangkaian rancangan alat hidroponik otomatis tenaga Surya karya tim KKN Abmas ITS ke Kampung Hidroponik Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. 

Penulis : Mohammad Zainal Arif

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebuah terobosan teknologi berhasil dibuat dan diterapkan oleh mahasiswa ITS untuk petani hidroponik lewat rancangan alat  yang diberi nama Automatic Solar Hidroponik.

Sesuai namanya, Automatic Solar Hidroponik ini merupakan alat yang bisa menjalankan sistem pertanian hidroponik serba otomatis dengan menggunakan tenaga matahari atau tenaga surya.

Rancangan alat ini memungkinkan pekerjaan utama petani hidroponik dalam mengontrol Ph dan nutrisi bagi tanaman bisa berjalan sendiri secara otomatis.

Penggunaan tenaga surya juga membuat sistem pertanian hidroponik jadi lebih hemat listrik, apalagi juga ditambahakan sistem kerja timer yang bisa mematikan dan menyalakan pompa air , lagi-lagi secara otomatis.

Alat rancangan Automatic Solar Hidroponik dibuat oleh tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) . 

Alat berbasis energi surya dengan kontrol nutrisi dan pH itu dibuat untuk Kampung Hidroponik Simomulyo, Surabaya.

Alat itu menjawab masalah krusial yang kerap dirasakan oleh para petani hidroponik yakni lahan yang terbatas dan pemborosan tenaga listrik untuk pengairan.

Geraldy Rizko Adhira Putra selaku anggota tim menjelaskan dari hasil survei yang telah dilakukan oleh timnya.

Kampung Hidroponik Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal Surabaya diketahui masih menggunakan pengairan secara manual.

Selain itu, pengecekan pH air secara tidak berkala dan pemberian nutrisi secara konvensional mengakibatkan kualitas sayur menjadi tidak maksimal dan memerlukan biaya operasional yang tinggi.

Tak mau hal itu berlangsung terus menerus, tim ITS mempertimbangkan kembali peralatan apa yang harus dirancang ulang supaya penggunaan lahan hidroponik dapat lebih efektif dan efisien.

“Saat itu kami melihat sel surya berpotensi menghasilkan teknologi modern dengan kompetensi yang baik, sehingga dirancanglah Automatic Solar Hidroponik ini,” ungkap Geraldy kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (22/8/2021).

Tidak seperti sumber energi yang lain, sel surya termasuk sumber energi tidak linier.

Daya yang dihasilkan akan bergantung pada iradiasi dan temperatur lingkungan, sehingga untuk memaksimalkan daya yang dihasilkan perlu adanya metode agar sel surya bekerja pada titik maksimalnya.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved