Usut Honor Untuk Pejabat Jember Dari Pemakaman Pasien Covid, Polisi Geledah Kantor BPBD Jember

Satreskrim Polres Jember menggeledah Kantor BBD Jember untuk mengusut polemik honor yang diterima pejabat di Jember dari pemakaman jenazah covid-19

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Polisi saat menggeledah kantor BPBD Jember, Rabu (1/9/2021) 

SURYAMALANG, JEMBER - Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Jember menggeledah Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Rabu (1/9/2021).

Dari pemantauan Surya, tim sudah berada di kantor itu sejak pukul 10.50 Wib. Hingga pukul 13.05 Wib, pemeriksaan ruangan belum selesai.

Polisi memeriksa sejumlah ruangan, antara lain ruangan Kepala BPBD Jember M Djamil, Sekretariatan BPBD,  juga Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember

Belum ada pernyataan resmi dari polisi. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna ikut dalam penggeledahan tersebut. 

Penggeledahan itu terkait penyelidikan yang dilakukan polisi perihal anggaran honor pemakaman Covid-19. 

Anggaran honor pemakaman Covid-19 di Jember menjadi perbincangan karena juga diterima oleh pejabat Pemkab Jember yakni bupati, sekretaris daerah, kepala BPBD, dan kepala bidang di BPBD. 

Keempat pejabat itu mendapatkan honor dengan total Rp 282 juta di bulan Juni 2021. 

Baca juga: Polemik Honor Untuk Bupati Jember Dari Kematian Pasien Covid-19 Berbuntut Panjang

Bupati Jember, Hendy Siswanto juga telah meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan di hadapan puluhan anggota DPRD Jember saat rapat sidang paripurna DPRD Jember, Senin (30/8/2021).

Rapat paripurna itu sebenarnya beragendakan penyampaian nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember tahun 2021 - 2026.

Setelah membuka pidatonya, Bupati Hendy rupanya memilih menyampaikan permintaan maaf terlebih dahulu.

"Dalam majelis dan kesempatan yang sangat mulia ini, izinkanlah saya menyampaikan, bahwa beberapa hari  belakangan ini, Jember penuh kegaduhan, hingga menjadi sorotan dan pemberitaan yang menasional. Maka di hadapan majelis anggpta DPRD Jember, selaku bupati dan kepala daerah Kabupaten Jember, dari lubuk jiwa yang terdalam, dan penuh kerendahan hati, saya meminta maaf atas kegaduhan ini," ujar Hendy.

Menurutnya, kegaduhan tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi seluruh masyarakat Jember.

Lebih lanjut, Hendy mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Jember dan semua pihak yang telah mengkritik agar asa kepantasan dan moralitas dijunjung tinggi dalam aspek pemerintahan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved