Breaking News:

Harga Bahan Pokok di Kabupaten Malang Cenderung Menurun, ini Daftarnya

Harga bahan pokok di Kabupaten Malang menunjukkan tren penurunan karena produktivitas lebih tinggi daripada permintaan.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: eben haezer
hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG, MALANG - Harga bahan pokok di Kabupaten Malang menunjukkan tren penurunan karena produktivitas lebih tinggi daripada permintaan. Analisa tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto.

"Melihat keadaan yang stabil seperti ini, kita dapat melihat karena supply dan demandnya seimbang, begitulah hukum pasar," ujar Agung ketika dikonfirmasi.

Kata Agung, beberapa bahan pokok di pasaran yang menunjukkan penurunan cukup signifikan.

"Contohnya daging sapi turun sebesar 0,3 persen yaitu dari Rp. 109.762 menjadi Rp. 109.429, telur turun 0,9 persen dari Rp. 21.214 menjadi Rp. 21.024, cabe merah besar turun 4,07 persen dari Rp.18.714 menjadi 17.952 per kg, bawang merah, tepung dan tomat juga mengalami penurunan yang tak terlalu signifikan"

"Lalu yang naik itu ada gula pasir diharga Rp. 12.071, minyak goreng ada kenaikan sebesar 2,48 persen yaitu dari harga Rp. 14.405 menjadi Rp. 14.762," jelas Agung.

Penurunan harga paling signifikan di Kabupaten Malang terjadi pada komoditi cabai rawit.

Harga cabai rawit turun hingga 59,56 persen dari yang semula Rp 54.762 menjadi Rp 22.143.

Menurut Agung, turunnya harga cabai rawit karena saat ini sedang musim panen cabai.

"Tidak ada pergerakan harga yang mencolok saat ini masih stabil, hanya saja cabe rawit yang harganya sangat turun yakni sebesar 59,56 persen sebab dalam musim panen kan melimpah jumlahnya, dari harga Rp 54.762 sekarang menjadi Rp 22.143," terang pria berkacamata ini.

Agung juga mengamati beberapa hasil produksi bahan pangan Kabupaten Malang secara konsisten juga dijual ke daerah lain.

"Beras kami kirim keluar daerah akan tetapi ada yang masuk ke wilayah kita juga eperti telur dari Blitar dan Bawang dari Pasuruan, sedangkan Kacang Kedelai lebih dominan punya impor," tutup Agung. (ew)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved