Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

PJT I Bersihkan Sampah di DAS Brantas

Memasuki musim hujan, Perum Jasa Tirta (PJT) I terus melakukan optimalisasi penanganan sampah di DAS Brantas.

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
PJT I
PJT I mulai bersih-bersih sampah di DAS Brantas untuk persiapan menyambut musim penghujan yang diprediksi mulai terjadi pada Oktober mendatang. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Memasuki musim hujan, Perum Jasa Tirta (PJT) I terus melakukan optimalisasi penanganan sampah.

Salah satunya di sisi hulu DAS Brantas dengan pengangkatan sampah secara mekanis di Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang.

Direktur Operasional PJT I, Gok Ari Joso Simamora mengatakan, permasalahan sampah pada sungai Brantas merupakan tanggung jawab bersama.

"Kami dari Perum Jasa Tirta I berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan di setiap infrastruktur yang dikelola. Termasuk Bendungan Sengguruh yang merupakan bendungan paling hulu di sistem sungai Brantas," kata Simamora, Jumat (16/9/2021).

Ia menjelaskan, Bendungan Sengguruh menerima sampah yang mengalir dari hulu Brantas, yakni dari Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang dengan total daerah tangkapan air seluas 1.659 km².

Tingginya tingkat kepadatan penduduk di ketiga wilayah tersebut, mengakibatkan volume timbunan sampah domestik yang tertampung di Bendungan Sengguruh sangat besar.

"Masih banyak masyarakat yang tidak segan membuang atau menumpuk sampah di badan sungai, termasuk sempadan," ucap Simamora.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh PJT I di akhir 2019 lalu, ditemukan setidaknya ada 76 titik pembuangan sampah di sempadan sungai.

Penelusuran dilakukan di sepanjang aliran sungai Brantas, dari Arboretum Sumber Brantas di Kota Batu sampai jembatan Gadang di Kota Malang, atau sekitar 46 km.

"Untuk penanganan sampah ini, setiap harinya kami juga melakukan pengangkatan sampah secara mekanis. Rata-rata volume sampah yang terangkat pada musim kemarau mencapai 30 m³ per hari. Namun apabila musim hujan bisa mencapai 200 m³ per hari. Dalam satu tahun rata-rata volume sampah yang tertangkap di Bendungan bisa mencapai lebih dari 40.000 m³," ungkapnya.

Sampah yang telah terangkat ini tidak bisa langsung dibuang ke dumping area, melainkan harus melalui proses pengeringan di lahan pembuangan sementara untuk kemudian secara rutin di hauling ke TPA.

Upaya pencegahan juga dilakukan PJT I melalui bantuan pembuatan TPS, alat pencacah sampah, gerobak sampah maupun melaksanakan berbagai program kerjasama dengan instansi pemerintah dan organisasi non pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga melakukan berbagai studi untuk mendalami dampak dari timbulan sampah yang ada di Sungai Brantas.

"Saat ini sedang berlangsung studi terkait kandungan mikroplastik di DAS Brantas. Studi ini dilakukan bersama antara PJT I dengan Universitas Brawijaya untuk memotret karakteristik dan profil sebaran kandungan mikroplastik di sepanjang Sungai Brantas. Nantinya, hasil studi ini akan kami sampaikan juga kepada pemerintah pusat maupun daerah sebagai data input dalam merumuskan upaya penanganan sampah plastik," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved