Advertorial

Kiat Sukses Pemkot Malang saat Melakukan Pemberdayaan UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Kota Malang menjadi salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki banyak sekali usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pemkot Malang
Ilustrasi - Wali Kota Malang, Sutiaji, saat meresmikan Rumah Potong Unggas (RPU) dan Sentra Perkulakan UMKM di Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kamis (28/10/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kota Malang menjadi salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki banyak sekali usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kota Malang juga menjadi kota yang tingkat pertumbuhan ekonominya tidak mengalami penurunan secara drastis di saat pandemi Covid-19.

Hal inilah yang tak terlepas dari sejumlah program yang digagas oleh Wali Kota Malang, Sutiaji untuk mengajak para UMKM bangkit dan terus berkembang.

Sebelum pandemi lalu, Sutiaji menceritakan, bahwa pemerintah Kota Malang telah mencanangkan sejumlah program, yang di antaranya ialah mengajak para IKM dan UMKM memanfaatkan teknologi digitalisasi di era 4.0

Sejumlah workshop dan pelatihan pun dilakukan, hingga akhirnya, pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia dan sampai Kota Malang pada Maret 2020.

Di saat pandemi itulah, ternyata banyak dari masyarakat yang memanfaatkan berbelanja melalui e-commerce (online).

Hal ini yang menjadi potensi para IKM dan UMKM di Kota Malang untuk berkembang dan memasarkan produknya di marketplace.

"Sebelum ada Covid-19 kami kenalkan para pelaku usaha ini digitalisasi 4.0. Sejak awal kami sudah menangkap itu untuk digitalisasi, sehingga ketika ini bisa ditangkap dapat memberikan nilai lebih terhadap perekonomian di Indonesia khususnya di kota Malang," ucap Sutiaji.

Pria kelahiran Lamongan itu menjelaskan, bahwa pada saat pandemi Covid-19 ini yang menjadi sorotan ialah ketika demand dan produsen tidak bertemu.

Hal inilah yang menjadi catatan dirinya, sehingga, sejumlah inovasi terus dilakukan, salah satunya mengenalkan UMKM kepada e-commerce.

Kemudian diimbangi juga dengan membuat kebijakan lima strategi percepatan pemulihan ekonomi menghadapi pandemi Covid-19, yakni Malang Beli Produk Lokal (Malpro), Malang Berbagi (Malber), Malang Herbal (Malherb), Malang Digital Service (Maldis), dan Malang Bahagia (Malba).

"Itu yang harus kita kuatkan, seperti bagaimana herd immunity dengan Malherb, bagaimana dengan Malba, agar komunitas bisa terbangun dengan baik terus di Malang. Maka dari itu digitalisasi itu menjadi kebijakan-kebijakan kami yang oleh masyarakat langsung ditangkap dengan baik," ujarnya.

Selama menjalankan program pemulihan ekonomi ini, pria berkacamata itu juga mengaku bahwa tidak mengalami kendala apapun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved