Breaking News:

Berita Ponorogo Hari Ini

Mantan Kasi Alsintan Distan Ponorogo Jadi Tersangka Korupsi, Rugikan Negara Sampai Rp 4 Miliar

Polisi menetapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Ponorogo berinisial M sebagai tersangka kasus korupsi alat dan mesin pertanian (alsintan).

Editor: Zainuddin
KOMPAS IMAGES
Ilustrasi 

Laporan Wartawan: Sofyan Arif Candra

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Polisi menetapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Ponorogo berinisial M sebagai tersangka kasus korupsi alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Jeifson Sitorus mengatakan pihaknya sudah menahan tersangka.

Jeifson mengatakan penetapan tersangka terhadap mantan Kasi Alsintan Distan Ponorogo tersebut setelah polisi memiliki empat alat bukti.

"Karena dirasa cukup kuat, kami menetapkan M sebagai tersangka," kata Jeifson kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (17/11/2021).

Jeifson menjelaskan Alsintan tersebut adalah hibah dari APBN dan APBD Pemprov Jatim tahun anggaran 2018 dan tahun anggaran 2019.

Alsintan tersebut diserahkan ke Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ponorogo.

"Setelah diterima Dinas Pertanian, ternyata tersangka tidak menyerahkan seluruh alat ini kepada kelompok tani, tapi hanya sebagian yang diserahkan," kata Jeifson.

Jeifson menyebutkan ada 355 kelompok tani yang berhak menerima Alsintan tersebut.

Jumlah Alsintan yang dialokasikan ke setiap kelompok tani berbeda-beda tergantung proposal yang diajukan.

"Nilai kerugian negara lebih dari Rp 4 miliar yang terdiri dari 210 unit Alsintan. Sekarang kami mendalami keberadaan Alsintan tersebut," lanjut mantan Kasatreskrim Polres Batu Kota ini.

Karena hanya disalurkan sebagian, M pun membuat surat pertanggungjawaban manipulatif dengan mencantumkan nama-nama kelompok tani fiktif.

"Kami sudah klarifikasi ke kelompok tani tersebut, ternyata tidak benar adanya," jelasnya.

Sejak kasus tersebut naik pada tahun 2019, Polres Ponorogo telah memeriksa ratusan saksi, termasuk perwakilan para kelompok petani yang berhak menerima Alsintan tersebut.

"KKami tidak bisa berandai-andai untuk penetapan tersangka baru. Kalau kami menemukan alat bukti untuk menetapkan tersangka, ya kami tetapkan," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved