Berita Malang Hari Ini

Perangkat Daerah di Pemkot Malang Lakukan Penandatanganan Komitmen Menuju Smart City

Kabar terbaru, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang melakukan penandatanganan komitmen bersama dalam menuju smart city.

SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang bersama perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang saat melakukan penandatanganan komitmen menuju smart city, Selasa (30/11/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Gagasan smart city terus digelorakan oleh Pemerintah Kota Malang menuju Kota Malang bermartabat.

Kabar terbaru, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang melakukan penandatanganan komitmen bersama dalam menuju smart city.

Penandatanganan tersebut dilakukan di ruang sidang Balaikota Malang dengan dihadiri oleh Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Usai melakukan penandatanganan komitmen itu, Sutiaji mengatakan bahwa gagasan smart city di Kota Malang ini memiliki enam komponen, yang di antaranya ialah smart ekonomi, smart living, smart government dan lain sebagainya.

"Sebenarnya goalnya ini adalah menjadi kota yang cerdas. Kecepatan, ketepatan dan transparansi harus dilakukan," ucapnya.

Sutiaji mengatakan, bahwa implementasi smart city harus dilakukan oleh setiap perangkat daerah melalui lelang kinerja.

Apabila ada perangkat daerah yang belum mengimplementasikan smart city saat lelang kinerja, nantinya akan ada hukuman yang diberikan.

Akan tetapi, Sutiaji tidak mengatakan hukuman yang akan diberikan tersebut.

"Yang pasti implementasi ada di tiap perangkat daerah. Smart city masuk dalam lelang kinerja, kalau tidak melakukan, ya ada punishmentnya," ucapnya.

Selain itu, Sutiaji juga meminta kepada setiap perangkat daerah agar memahami smart city sebelum membuat sebuah kebijakan.

Enam komponen yang ada di program smart city harus dijalankan dan nantinya akan ada evaluasi yang dilakukan tiap enam bulan sekali.

"Perangkat daerah harus siap, harus mengerti karena dia pengampu kebijakan. Dan dirijennya ada di kepala dinas masing-masing. Kita harus terus menerus semangat dan idealis. Dan nantinya akan kami lakukan evaluasi tiap enam bulan sekali," ujarnya.

Sutiaji juga mengingatkan kepada setiap Aparatur Silil Negara (ASN) agar tidak ragu dalam setiap kali membuat kebijakan.

Pasalnya, smart city ini mengharuskan masyarakat cerdas. Jika ada kebijakan yang keliru, maka masyarakatlah yang akan mengingatkan.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved