Gunung Semeru Meletus

Korban Gunung Semeru Meletus Mulai Jenuh di Pengungsian

Sebagaian besar pengungsi korban Gunung Semeru meletus mulai dihinggapi rasa bosan.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: isy
tony hermawan/suryamalang.com
Suasana pengungsian korban Gunung Semeru meletus di SMPN 01 Candipuro Lumajang. 

Berita Lumajang Hari Ini
Reporter: Tony Hermawan
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | LUMAJANG - Sebagaian besar pengungsi korban Gunung Semeru meletus mulai dihinggapi rasa bosan.

Mereka mengaku ingin segera pulang ke rumah.

Sayangnya, cukup banyak pengungsi yang tidak bisa melakukan itu.

Sebab ada 2.900 hunian rusak akibat Gunung Semeru meletus pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

Salah seorang warga yang mulai tak betah itu di antaranya Ridho (35), warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Pronojowo, Lumajang.

Sudah 11 hari lamanya ia hidup di posko terpadu, Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Dia tak bisa kembali pulang, sebab rumahnya sudah rusak luluh lantah akibat hujan abu vulkanik Semeru.

Sedangkan jika tinggal di rumah kerabat pun harus mempertimbangkan keluarga yang disinggahinya.

"Sudah tiga hari aku nginap di rumah nginap di rumah saudara. Tapi kan gak enak kalau lama-lama, akhirnya balik ngungsi lagi," katanya.

Sementara korban lain yakni Hambali.

Ia bersama istrinya tinggal di posko pengungsian SMPN 01 Candipuro Lumajang.

Selama menetap di sana segala kebutuhan makan sehari-hari tercukupi. 

Akan tetapi, dia tidak dapat berlama-lama tinggal di pengungsian.

Keluarganya juga membutuhkan privasi.

Untuk itu, ia berharap pemerintah segera melakukan relokasi secepatnya. 

"Kalau relokasi ya setuju-setuju saja, gimana lagi sudah gak bisa ditempati," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved