Berita Malang hari Ini
Wawali Malang Sofyan Edi Jarwoko Sebut Hero Tito Sosok Pekerja Keras yang Mencintai Profesi
Hero Tito meninggal dunia setelah lima hari menjalani perawatan insentif karena mengalami koma di salah satu rumah sakit di Jakarta.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: isy
Berita Malang hari Ini
SURYAMALANG.COM | MALANG - Kancah dunia tinju nasional kini sedang berduka, setelah petinju Hero Tito meninggal dunia pada Kamis (3/3/2022) kemarin.
Hero Tito meninggal dunia setelah lima hari menjalani perawatan insentif karena mengalami koma di salah satu rumah sakit di Jakarta.
Beragam ucapan belasungkawa diberikan kepada petinju yang pernah menjadi juara dunia kelas ringan pada 2016 itu, satu di antaranya ialah diberikan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.
Edi turut hadir saat pemakaman Hero Tito di kediamannya di daerah Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (4/3/2022).
Mewakili Pemerintah Kota Malang, Bung Edi sapaan akrabnya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada almarhum Hero Tito.
Bung Edi menganggap bahwa Hero Tito merupakan sosok pekerja keras yang sangat mencintai profesinya sebagai seorang petinju.
"Hero Tito ini merupakan sosok yang perlu diteladani. Dia adalah seorang pekerja keras dari kecil dan sampai sekarang sangat mencintai profesinya. Terbukti sampai meninggal dunia di atas ring," ucapnya kepada Suryamalang.com.
Bung Edi memiliki pengalaman berkesan saat terakhir bertemu Hero Tito saat peresmian The Lion Boxing pada beberapa waktu lalu.
Pada saat itu, orang nomor dua di Kota Malang itu, diajak foto bersama oleh petinju berjuluk 'The Lion' itu.
"Saat itu saja diajak foto bersama. Almarhum ini orangnya sangat menyenangkan kepada semua orang. Dia sangat sopan dan baik," terangnya.
Melihat kiprah Hero Tito yang telah mengharumkan nama Malang di kancah nasional dan internasional, Bung Edi pun berharap, ke depan ada atlet seperti Hero Tito lagi di Malang.
Atas beragam torehan prestasi itulah, sosok Hero Tito bisa menjadi panutan, karena dapat membawa harum nama Malang dan Indonesia.
"Tanpa rasa cinta terhadap profesi, dan kerja keras yang itu dilakukan dengan sungguh-sungguh sulit rasanya untuk menggapai itu (juara dunia). Saya tadi juga berpesan kepada istri dan keluarganya agar ikhlas dan sabar. Dan insyaallah, karena ini dilakukan demi anak, istri dan keluarga, semoga almarhum khusnul khotimah," tandasnya.