Ramadan 2022
Batas Waktu Wanita Harus Mandi Wajib Usai Haid Saat Puasa Ramadan, Ini Bacaan Niat dan Tata Caranya
Berikut ini adalah batas waktu wanita melaksanakan mandi wajib setelah haid saat puasa Ramadan
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut ini adalah batas waktu wanita melaksanakan mandi wajib setelah haid saat puasa Ramadan
Anda juga dapat menyimak tata cara mandi wajib dan bacaan niat mandi wajib dalam tulisan bahasa latin lengkap terjemahannya.
Seperti diketahui para wanita dianjurkan untuk melaksanakan mandi wajib setelah menyelesaikan masa haidnya.
Hal itu lantaran umat Islam harus melakukan mandi wajib setelah berhadats besar agar kembali suci.
Namun, tidak sedikit pula yang menunda mandi wajib untuk dilaksanakan setelah subuh karena berbagai alasan seperti suhu dingin atau ingin mandi dengan sempurna.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Jumat 15 April 2022 untuk Kota Malang, Lengkap Bacaan Doa Pagi Sebelum Beraktivitas
Suci dari hadas besar bukan termasuk syarat wajib puasa, oleh karena itu, puasa tetap sah meski belum mandi wajib setelah fajar atau setelah waktu subuh.
Oleh karena itu, ketika belum mandi junub hingga waktu Subuh, maka hal itu dibolehkan dan puasa tetap dinilai sah.
Hal itu disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, sebagaimana dilansir dari Bimas Islam Kemenag.
"Barangsiapa di waktu Subuh masih junub atau perempuan haid yang sudah suci sebelum fajar, kemudian keduanya tidak mandi kecuali setelah fajar, maka puasa pada hari itu sudah mencukupi bagi keduanya."
Kendati demikian, bukan berarti tidak ada batas waktu mandi wajib setelah haid selesai.
Mandi wajib tetap dianjurkan dilaksanakan sebelum subuh agar bisa segera salat dan menjalankan puasa dalam keadaan suci.
Dalam hal ini Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan:
Artinya, “Sungguh orang junub boleh mengakhirkan mandi junubnya selama waktu shalat tidak hampir habis baginya.” (Ibnu Rajab al-Hanbali, Fathul Bari, juz I, halaman 346).
Hal itu juga ditegaskan oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid bahwa perempuan yang yakin sudah selesai haid harus segera mandi wajib untuk melaksanakan salat.
Namun, berbeda dengan yang masih ragu-ragu apakah sudah suci atau belum dari masa haid, maka puasanya tidak sah.