Ramadan 2022

Doa Itikaf pada 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan: Niat dan 9 Hal yang Dapat Membatalkannya

Bacaan doa itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan: niat, rukun dan 9 hal yang dapat membatalkannya

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Canva.com
Ilustrasi, doa Itikaf yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan 

Itikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA,

Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadan. (HR. Muttafaq ‘alaih)

Di masa pandemi Covid19 ini, kemungkinan sebagian umat Islam tidak dapat beri’tikaf di masjid, akan tetapi seluruh aktivitas i’tikaf dapat dilakukan di rumah.

Jika ingin tetap melakukan Itikaf secara individu di masjid, maka hendaklah dilakukan dengan memenui protokol kesehatan seperti berbadan sehat, membawa sajadah sendiri, memakai masker, berwudhu kembali di masjid, dan tidak bersalaman.

- Niat

- Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat

- Masjid

- Orang yang beri’tikaf

Syarat orang yang beritikaf adalah beragama Islam, berakal sehat dan bebas dari hadas besar.

Artinya, tidak sah Itikaf dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.

Mengutip TribunRamadan 'Rukun dan Niat Itikaf, Berikut 9 Hal yang Dapat Membatalkan Itikaf'.

  • 9 Hal yang Dapat Membatalkan Itikaf:

- Berhubungan suami-istri

- Mengeluarkan sperma

- Mabuk yang disengaja

- Murtad

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved