Ramadan 2022
Agar Serasa Puasa Sepanjang Masa
Ada tiga hal yang akan diterima orang yang berpuasa ketika ia melakukannya dengan keimanan sungguh-sungguh dan penuh harapan kepada Allah SWT
SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Hikmah puasa Ramadhan sungguh luar biasa. Setidaknya ada tiga hal yang akan diterima oleh orang yang berpuasa ketika ia melakukannya dengan keimanan sungguh-sungguh dan penuh harapan kepada Allah SWT.
Pertama, pengampunan dosa, yang kedua penyempurnaan akhlak dan perbaikan perilaku, dan ke tiga sudah tentu pahala dari Allah Swt.
Berkaitan dengan yang pertama, Rasulullah Saw bersabda:
مَن صامَ رَمَضانَ إيمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ
Barang siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR al-Bukhari)
Pengampunan dosa itu akan lebih mantap lagi jika di malam bulan Ramadhan juga diisi dengan ibadah shalat sunnah tarawih sebagaimana sabda Rasulullah Saw.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barang siapa melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih) atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni (HR. Muslim).
Dengan demikian, ketika seorang muslim secara istiqamah dapat melaksanakan puasa secara sempurna setiap tahun dengan sepenuh hati, yakni menghincarkan diri dari hal yang akan membatalkannya dan menghindari hal yang menurunkan kualitas ibadah puasanya, serasa baginya mendapat pengampunan dosa sepanjang masa, selama ia tidak melakukan dosa-dosa besar. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Nabi SAW:
الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إلى الجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إلى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ ما بيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الكَبَائِرَ
Shalat lima waktu, ibadah Jum’at dengan ibadah jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya, itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama menjauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim)
Yang kedua, puasa mempunyai kaitan dengan pembentuikan kepribadian dan penyempurnaan akhlak. Menyempurkan akhlak manusia adalah misi diutusnya Rasulullah Saw. Sabda beliau:
إنّما بُعثتُ لأتمِّمَ صالحَ الأخلاقِ
Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kebaikan akhlak (HR Imam Malik dalam al-Muwatha’, al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra)
Akhlak yang baik adalah cermin dari keimanan seseorang, sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah Saw.