Berita Malang Hari Ini

9 Ekor Sapi di Lesanpuro Malang Terjangkit PMK, Satu Ekor Anak Sapi Mati

sembilan sapi terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di dua peternakan di daerah Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (10/6/2022).

Humas Pemkot Malang
Tim Kesehatan Hewan Ternak Dispangtan Kota Malang saat mengobati hewan ternak di peternakan sapi yang ada di Lesanpuro Kota Malang, Sabtu (11/6/2022). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sebanyak sembilan sapi terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di dua peternakan di daerah Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (10/6/2022).

Informasi tersebut diketahui, setelah ada warga yang melaporkan terkait dugaan PMK tersebut kepada Lurah Lesanpuro.

Bersama Tim Kesehatan Hewan Ternak Dispangtan Kota Malang, pihak kelurahan langsung meninjau dua titik lokasi peternakan warga RW 6 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Dari dua lokasi peternakan tersebut, ada sembilan ekor sapi yang diperiksa dan empat ekor di antaranya diduga terjangkit PMK. 

Berdasarkan temuan ini, tim melakukan pemeriksaan pada semua hewan ternak sapi di wilayah RW 6 Kelurahan Lesanpuro pada Sabtu ini (11/6/2022).

Survei PMK pada ternak sapi di wilayah tersebut dilakukan pada 48 ekor sapi di 18 lokasi peternakan dan didapati sembilan ekor sapi suspek PMK.

"Ada satu satu sapi berusia 2,5 tahun dengan gejala berat, yakni kuku hampir lepas. Selain itu juga diketahui ada satu ekor anak sapi berusia dua bulan yang mati," ucap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Malang drh. Anton Pramujiono.

Atas temuan ini, petugas langsung melakukan pengobatan pada sapi yang suspek PMK di wilayah tersebut.

Tim juga melakukan penyuntikan pada sapi-sapi ternak warga guna mencegah penularan.

Adapun suntikan yang diberikan adalah antibiotik long acting, analgesik, dan vitamin. 

Selain itu juga diberikan imun booster serta desinfektan.

"Kami terus melaksanakan pemantauan kondisi ternak pasca pengobatan. Kami juga memantau penularan yang mungkin bisa terjadi di lokasi tersebut," ucapnya.

Anton juga meminta kepada masyarakat agar tidak perlu panik dengan PMK yang saat ini menyerang hewan ternak. 

Masyarakat tetap aman mengonsumsi daging asalkan diolah dengan baik dan benar. 

Dia menambahkan, bahwa selain melakukan pengobatan secara cepat dan tepat. 

Pihaknya juga terus memberikan edukasi agar peternak segera melakukan desinfeksi apabila ditemukan paparan PMK.

“Saya berharap agar ternak tetap menjaga kesehatan ternaknya, menjaga kebersihan kandang, dan menyemprot desinfektan. Menambah kekuatan atau stamina ternak dan tidak mendatangkan atau memasukkan ternak baru ke kandang yang bisa menularkan PMK,” tandasnya 

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved