Berita Batu Hari Ini

BB TNBTS Beri Klarifikasi Penyedia Jasa Kuda Minta Uang ke Pilot Drone di Bromo

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memberikan klarifikasi terkait penyedia jasa wisata kuda yang meminta uang kepada pilot drone

suryamalang.com/tony hermawan
Kurleni Ukar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat berkunjung ke Gunung Bromo, Minggu (6/9/2020). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memberikan klarifikasi terkait penyedia jasa wisata kuda yang meminta uang kepada pilot drone di kawasan Bromo 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memberikan klarifikasi mengenai maraknya video penyedia jasa wisata rkuda di kawasan Bromo yang meminta uang saat ada drone yang mengambil gambar.

Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi dan Humas BB TNBTS, Sarif Hidayat menjelaskan beberapa poin dalam keterangan resmi yang ia keluarkan, Selasa (21/6/2022).

"Sampai saat ini, BB TNBTS telah berusaha untuk melakukan penelusuran fakta lapangan dari kejadian tersebut, mengingat video yang diunggah bukan berupa video yang utuh," tulis keterangan resmi BB TNBTS.

Pihak BB TNBTS menduga peristiwa tersebut adalah kesalahpahaman penyedia jasa wisata kuda dengan pengunjung dan bukan merupakan gambaran umum dari perilaku penyedia jasa wisata kuda.

Hal tersebut juga dikatakan BB TNBTS tidak ada kaitannya dengan PNBP atau tarif masuk serta biaya kegiatan di kawasan.

Penyedia jasa wisata kuda dan jasa wisaya lainnya di kawasan TNBTS adalah masyarakat sekitar, bukan pegawai BB TNBTS.

BB TNBTS mengaku telah berupaya melakukan pembinaan kepada penyedia jasa wisata secara rutin, di antaranya melakukan rapat koordinasi dan peningkatan kapasitas pelaku jasa wisata.

BB TNBTS mengimbau agar para pelaku jasa wisata dapat menjaga ketertiban dan melayani pengunjung dengan baik.

"Perbaikan kualitas jasa wisata merupakan tanggungjawab semua yang terlibat dalam kegiatan wisata di kawasan Bromo, baik instansi pemerintah daerah, provinsi, pusat maupun lembaga lain yang tekait," tegasnya.

Syarif menyerukan agar pelaku jasa wisata menjunjung tinggi etika dan kesopanan sesuai dengan norma yang terkandung pada Sapta Pesona Pariwisata Indonesia. 

Bagi pengunjung yang merasa mendapat layanan buruk atau dirugikan, bisa mengadukan langsung ke nomor pengaduan di 0855259934112 atau 08123266696.

Sekadar informasi, pada 19 Juni, akun Instagram @h.aldi.507 mengunggah video seorang pengendara kuda yang meminta uang kepada pilot drone. Drone yang ia kemudian terlihat sedang mengambil gambar pengendara kuda tersebut.

Pada 20 Juni 2022, aku TikTok @aldidutcho juga menampilak visual yang serupa. Video tersebut menjadi viral dan memicu pro dan kontra.

Sebelumnya, pada awal Juni 2022 juga viral unggahan netizen yang menunjukan gambar kuitansi pembayaran Rp 1 juta bagi siapapun yang mengambil gambar di kawasan wisata Bromo.

Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Dirjen KSDAE, Nanang Prihadi menjelaskan bahwa pengambilan gambar secara komersial memang dikenai biaya. Sesuai aturan PP Nomor 12 Tahun 2014, selain karcis masuk kawasan, terdapat penerimaan negara bukan pajak dari tarif pungutan untuk film komersial.

Tarifnya berbeda-beda, mulai ratusan ribu hingga Rp 10 juta seperti untuk pengambilan visual video. Konten komersial yang dimaksud di antaranya visual pra nikah dan iklan.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved