Berita Malang Hari Ini
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Malang Barat Semakin Memburuk
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Malang bagian barat semakin meluas.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
Pihak KUD Sumbermakmur berupaya menekan laju sebaran virus dengan suplai obat-obatan, vitamin, dan antibiotik yang direkomendasikan dinas.
Bahkan peternak juga sampai menerapkan pengobatan alternatif seperti obat herbal dan dukun.
Sebelumnya, kondisi di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon juga genting.
Warga di sana sampai membuat kuburan Masal karena banyaknya sapi yang mati.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin, mengungkapkan lambatnya pendataan telah mengakibatkan lambatnya penanganan PMK di Kabupaten Malang, khususnya di kawasan Malang Barat yang terdiri atas Kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon.
Ia tidak menyangkal, ada ribuan ternak sapi yang telah mati di tiga kecamatan yang ada di Malang Barat. Kuburan massal itu dipilih sebagai salah satu solusi agar penularan dapat ditekan.
Kata Sodikul, proses penguburan sapi mengikuti protokol dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Ada seribu lebih ternak sapi yang mati dari tiga kecamatan tersebut. Matinya ribuan sapi itu mengakibatkan kerugian hingga miliaran Rupiah.
Satu sapi yang produktif dihargai Rp 20 juta. Kata Sodikul, jika seluruh sapi di tiga kecamatan Malang Barat dijumlahkan, maka nilai ekonomisnya bisa mencapai Rp 1 triliun.
"Kami tidak mau saling menyalahkan dalam situasi seperti ini, tapi memang salah satu penyebab utama adalah kesiagaan kami mengendalikan kondisi. Kalau mau dibilang terlambat ya terlambat," ujar Sodikul yang juga warga Kecamatan Pujon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/peternak-sapi-perah-di-kecamatan-ngantang-merawat-sapi-perahnya-di-kandang.jpg)