Berita Nganjuk Hari Ini

Relokasi Warga Terkena Proyek Bendungan Semantok Nganjuk Mulai Berjalan, Disiapkan Lahan Pengganti

warga yang telah mendapat nilai ganti rugi tanah dan rumah tersebut bisa membeli tanah yang disediakan Pemkab Nganjuk untuk kembali mendirikan rumah

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Lokasi tanah relokasi untuk warga terkena proyek Bendungan Semantok yang disiapkan oleh Pemkab Nganjuk.  

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Relokasi rumah warga dari lokasi Bendungan Semantok ke lokasi baru dipastikan mulai berlangsung.

Ini setelah selesainya proses ganti rugi terhadap sekitar 400 warga di Desa Tritik Dan Sambikerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk yang terkena proyek Bendungan Semantok.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, warga yang tanah dan rumahnya terkena proyek Bendungan Semantok sudah mulai masuk ke lokasi relokasi.

Mereka membangun rumahnya sendiri-sendiri dengan menggunakan material bekas rumahnya yang dibongkar.

"Kami kira proses relokasi yang dilakukan warga akan terus berjalan sampai semuanya menempati lahan yang telah disediakan Pemkab Nganjuk," kata Marhaen Djumadi, Minggu (3/7/2022).

Dikatakan Marhaen Djumadi, dalam proses relokasi rumah warga yang terkena proyek Bendungan Semantok tersebut, Pemkab Nganjuk telah membuka area lahan di sebelah timur Bendungan Semantok.

Dengan demikian warga yang telah mendapat nilai ganti rugi tanah dan rumah tersebut bisa membeli tanah yang disediakan Pemkab Nganjuk untuk kembali mendirikan rumah tempat tinggalnya.

Hal itu dilakukan Pemkab Nganjuk untuk memudahkan warga yang terkena proyek Bendungan Semantok mencari lokasi rumah baru.

"Alhamdulillah, lahan relokasi yang disediakan Pemkab Nganjuk lokasinya tidak jauh dari Bendungan Semantok, sehingga memudahkan warga untuk relokasi sekaligus mendapatkan tempat strategis," ucap Marhaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk hanya menyediakan tempat dan tanah relokasi bagi warga.

Warga melakukan pembangunan rumahnya sendiri di tempat relokasi tersebut.

Artinya, Pemkab tidak membangunkan satupun rumah bagi warga terkena proyek Bendungan Semantok.

"Langkah tersebut dilakukan Pemkab Nganjuk sesuai dengan proses dan aturan yang ada sehingga tidak ada pelanggaran dalam relokasi warga yang terkena proyek strategis nasional Bendungan Semantok," tutur Marhaen Djumadi.

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved