Berita Malang Hari Ini

Mengenal Komunitas MACI Malang, Beber Suka Duka Rawat Motor Tua Antik

Komunitas Motor Antik Club Indonesia (MACI) Malang yang berdiri di Malang sejak 2001 tersebut punya cerita dan tips unik saat merawat motor tua

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/Purwanto
Gelegar suara khas motor tua menggelora ketika rombongan Motor Antik Club Indonesia (MACI) Malang menggeber kuda besinya di jalanan. Komunitas yang berdiri di Malang sejak tahun 2001 tersebut punya cerita dan tips unik saat merawat motor-motor keluaran tahun 1972 ke bawah. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Gelegar suara khas motor tua menggelora ketika rombongan Motor Antik Club Indonesia (MACI) Malang menggeber kuda besinya di jalanan.

Komunitas yang berdiri di Malang sejak 2001 tersebut punya cerita dan tips unik saat merawat motor keluaran 1972 ke bawah.

Ketua MACI Malang, Wahyu Ari Wicaksono menjelaskan suka dukanya memelihara motor tua BSA M20 500 cc keluaran Inggris 1948 miliknya.

Berbekal semangat hobi, Wahyu begitu telaten merawat motor kesayangannya tersebut meski susah payah dalam mencari onderdil yang cocok.

"Secara pengapian masih bisa diaplikasikan dengan onderdil motor-motor Jepang. Kalau bagian seher (piston) baru pakai onderdil mobil. Seperti saya ini pakai sehernya Toyota Hiace bensin," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi.

Wahyu mengakui beberapa bagian onderdil sangat susah direplikasi. Andai bisa pun masa pakai onderdil tersebut tidak terlalu lama.

"Agak sulit seperti gearbox, bisa bikin tp usianya tidak begitu lama," ungkap Wahyu.

Selama touring bersama MACI dengan motor BSA M20, rute jalanan Kabupaten Blitar tak akan dilupakan Wahyu seumur hidup.

"Salah satu yang paling tidak terlupakan adalah ketika touring ke Blitar. Sepeda motor saya sempat ngadat. Oli tak mampu naik ke klep sehingga tak bisa bisa jalan motornya," kenang pria berkacamata ini.

Penghobi motor tua sejak usia muda ini mengungkapkan organisasinya tersebut terbuka bagi siapa saja pecinta motor tua antik untuk bergabung.

Syarat wajib yakni memiliki motor tua antik dengan beragam spesifikasi.

"Ketentuan pakai motor keluaran Eropa dan Asia 1972 ke bawah. Ini adalah hal wajib dari awal organisasi ini berdiri. Kami terbuka bagi generasi muda tentunya kami bina secara organisasi dan wawasan,"

Wahyu juga menjelaskan banyak hal seru dan unik ketika bergabung bersama MACI. Salah satunya upacara bendera dengan menggunakan motor tua.

"Setiap tahun kami menggelar upacara ala MACI. Artinya semua peserta dan petugas menggunakan motor antiknya. Jadi semua prosesi upacara pakai motor antik tersebut. Nanti 17 Agustus kami akan upacara lagi," ujarnya.

Terakhir, Wahyu merasa solidaritas 90 anggota MACI di Malang begitu erat.

"Kita selalu punya ciri konsepnya riding jauh bermalam dan mendirikan tenda. Setiap motor antik diparkir di tenda yang didirikan," ungkap Wahyu.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved