Berita Surabaya Hari Ini

Ada 1.219 Anak Stunting di Surabaya, Pemkot Optimis Nihil Stunting pada Akhir 2022

Ada 1.219 anak stunting di Surabaya. Pemkot Surabaya optimis bisa memenuhi target zero stunting pada akhir tahun.

Mohammad Zainal Arif
Patung Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ada 1.219 anak stunting di Surabaya.

Pemkot Surabaya optimis bisa memenuhi target zero stunting pada akhir tahun.

Saat ini penurunan kasus stunting di Surabaya lebih dari 90 persen.

"Kami lakukan berbagai upaya. Alhamdulillah, kasus stunting turun drastis. Saya ingin Surabaya menuju zero stunting," kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/8/2022).

Prevalensi stunting di Kota Surabaya pada 2020 mencapai 12.788 kasus.

Angka tersebut, turun drastis pada tahun 2021 menjadi 6.722 kasus.

Kasus stunting tersisa 1.219 kasus pada Juli 2022.

Menurutnya, ini masih menjadi pekerjaan besar yang harus menjadi perhatian berbagai stakeholder.

Pemkot mengajak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Organisasi Profesi Kesehatan, dan perguruan tinggi di Kota Surabaya berkolaborasi.

Sosialisasi pencegahan stunting di antaranya menyasar para orang tua, termasuk para calon orang tua atau pasangan yang hendak menikah.

"Kami kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) juga. Karena sebelum (pasangan) menikah, kami juga sosialisasi pencegahan stunting. Ini lebih optimal," katanya.

Menurutnya, pencegahan stunting tak bisa hanya dilakukan saat balita lahir.

Namun, juga bisa dicegah sejak masa kehamilan.

"Sebelum pasangan menikah ada rapak di Kemenag. Ada surat rekomendasi juga dari lurah," kata pria yang kini menempuh program Doktoral di Unair ini.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved