Berita Malang Hari Ini
Karnaval Kota Malang, Ada Singo Ikonik Yang Dibuat Dari Karung Goni Hingga Pocong
Karnaval Kota Malang diberangkatkan dari JL Basuki Rachmad atau kawasan Kayutangan Heritage menuju finish JL Ijen.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Karnaval Kota Malang diberangkatkan dari JL Basuki Rachmad atau kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (11/9/2022) menuju finish JL Ijen.
Ada beragam tampilan dari tiap peserta. Misalkan Disdikbud Kota Malang menampilkan berbagai kerajaan di Jawa Timur. Ada Singosari, Majapahit hingga Kediri.
Karnaval diberangkatkan oleh Walikota Malang Sutiaji.
Selanjutnya walikota, wakil wakil walikota yang memakai baju daerah bersama kepala OPD menjadi peserta karnaval dengan berjalan kaki dan diikuti peserta lainnya.
Dari Kecamatan Blimbing antara lain menampilkan ikonik Kota Malang, Singa yang dibuat dari karung plastik dan karung goni.
Singa warna cokelat ini menarik perhatian penonton.
"Kami membuat ikonik Arema. Untuk biaya pembuatannya Rp 1,5 juta," jelas Muskatim, Ketua RT 6/RW 10 Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing pada suryamalang.com.
Pembuatan singa ikonik ini selama tiga pekan yang dikerjakan malam hari. Dikatakan, biayanya swadaya.
Meski sederhana, lanjut Mustakim, singanya kelihatan mewah. Ia sebagai motor mengajak warganya untuk mengerjakan itu.
Untuk warna singa, selain memakai cat minyak juga pilox. Sedang ibu-ibu PKK dan remaja putri menyiapkan tarian dengan iringan lagu Wonderland.
Sayangnya pas tampilan, ada kendala pada suara lagu buat tarian. Sehingga para penari akhirnya hanya berjalan kaki setelah sempat menarik sejenak.
Judul tariannya Tari Nusantara. Sedang Dispendukcapil Kota Malang menampilkan produknya seperti KTP, perekaman dll. Maka pegawainya ada yang memakai seragam SD, SMA hingga ada yang jadi pocong.
"Kalau ada yang pakai baju SD itu ada produk KIA (Kartu Identitas Anak) yang dimulai dari SD. Ada yang memakai baju SMA yang menandakan mulai KTP. Kalau ada keranda dan pocong itu menandakan ketika meninggal jika ada identitasnya," jelas Chery, tim kreatif Dispendukcapil pada suryamalang.com sebelum tampil.
Dikatakan, jika meninggal ada identitas berupa akte kematian. Sebagai pocong antara lain ada Estu.
"Saya dirias teman-teman. Disini saya jadi orang mati. Jadi pocong itu, panas, hahaha," ceritanya disambung tawa.