Berita Malang Hari Ini

Ada Insentif Rp 10 Miliar Bagi Daerah Bila Mampu Kendalikan Inflasi, Ini Respons Wali Kota Malang

Pemerintah pusat akan memberikan insentif berupa dana senilai Rp 10 miliar bagi pemerintah daerah (pemda) yang dapat mengendalikan inflasi.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/Purwanto
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang menggelar operasi pasar di Kuburan Londo, Sukun Kota Malang, Senin (29/8/2022). Pemerintah pusat akan memberikan insentif berupa dana senilai Rp 10 miliar bagi pemerintah daerah (pemda) yang dapat mengendalikan inflasi. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah pusat akan memberikan insentif berupa dana senilai Rp 10 miliar bagi pemerintah daerah (pemda) yang dapat mengendalikan inflasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Selasa 13 September 2022 kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji optimis, Kota Malang dapat mengendalikan inflasi pada 2022 ini.

Hal ini yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Malang bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang.

"Kalau inflasi kita tertata, pasti dapat reward Rp 10 Miliar. Sejauh ini kita (Kota Malang) aman saja dan masih di angka 4," ucap Sutiaji, Jumat (16/9/2022).

Dalam mengendalikan inflasi ini, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang ialah dengan menggelar operasi pasar.

Nantinya, akan ada 63 titik operasi pasar di Kota Malang hingga akhir Desember 2022 nanti.

Terbaru, operasi pasar telah dilakukan di Gor Ken Arok Kota Malang pada 14 September Kemarin.

Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah bahan kebutuhan pokok, seperti gula, beras, minyak goreng hingga telor ayam ras dijual dengan harga terjangkau.

"Seperti operasi pasar ini merupakan upaya dalam mengendalikan inflasi. Agar harga lebih terjangkau dan daya beli masyarakat tetap," terangnya.

Adanya kenaikan BBM bersubsidi ini kata Sutiaji akan mengalami dampak yang cukup signifikan.

Dia memprediksi, akan banyak komoditi yang berpotensi mengalami kenaikan harga.

"Saat ini pertumbuhan ekonomi mulai merangkak naik. Tapi kemudian BBM naik. Komponen lainnya juga ikut naik.

"Sebenarnya, tanpa ada kenaikan BBM pun inflasi kita juga agak tinggi. Makannya, pengendalian inflasi ini harus sering dilakukan," terangnya.

Selain itu, dalam mengendalikan inflasi ini pihaknya akan menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi agar, semua daerah di Indonesia saling bekerjasama dan berkoordinasi dalam menekan inflasi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved