Gagal Ginjal Akut Misterius

IDAI Berikan Rekomendasi Pencegahan Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi pencegahan Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) pada rumah sakit dan masyarakat

Penulis: sulvi sofiana | Editor: rahadian bagus priambodo
(istimewa // starkvilleurgentcareclinic.com)
ILUSTRASI - demam pada anak. Kemenkes mengimbau obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup stidak dikonsumsi anak-anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi pencegahan Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) pada rumah sakit dan masyarakat. 

SURYAMALANG.COM|SURABAYA-  Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi pencegahan Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) pada rumah sakit dan masyarakat.


dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), Ketua Pengurus Pusat IDAI melalui menyampaikan rekomendasi ini menyikapi perkembangan situasi dari hasil investigasi Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI terkait penyebab Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) dan Meningkatnya kasus GgGAPA secara cepat. 


"Maka, IDAI mengimbau Bagi Tenaga Kesehatan dan Rumah Sakit. Pertama, Tenaga kesehatan menghentikan sementara peresepan obat sirup yang diduga terkontaminasi etilen glikol atau dietilen glikol sesuai hasil investigasi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan," paparnya, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: BPOM Umumkan Lima Obat Sirup yang Mengandung Cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol


Kedua, bila memerlukan obat sirup khusus, misalnya obat anti epilepsi, atau lainnya, yang tidak dapat diganti sediaan lain, konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau konsultan anak. 


Ketiga, tenaga kesehatan dapat meresepkan obat pengganti yang tidak terdapat dalam daftar dugaan obat terkontaminasi atau dengan jenis sediaan lain seperti suppositoria atau dapat mengganti dengan obat puyer dalam bentuk monoterapi. 

Baca juga: Pakar Farmasi Ubaya : Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Bersifat Cemaran pada Obat Sirup


"Keempat, peresepan obat puyer monoterapi hanya boleh dilakukan oleh dokter dengan memperhatikan dosis berdasarkan berat badan, kebersihan pembuatan, dan tata cara pemberian," lanjutnya.


Kelima, tenaga kesehatan diimbau untuk melakukan pemantauan secara ketat terhadap tanda awal GgGAPA baik di rawat inap maupun di rawat jalan. 


Dan keenam, Rumah sakit meningkatkan kewaspadaan deteksi dini GgGAPA dan secara kolaboratif mempersiapkan penanganan kasus GgGAPA. 

Baca juga: RSSA Umumkan Tangani dan Rawat Pasien Anak Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal


"Bagi masyarakat umum, untuk sementara waktu tidak membeli obat bebas tanpa rekomendasi tenaga kesehatan sampai didapatkan hasil investigasi menyeluruh oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan," urainya.


Kemudian, hendaknya tetap tenang dan waspada terhadap gejala GgGAPA seperti berkurangnya atau tidak adanya buang air kecil (BAK) secara mendadak. 


Serta mengurangi aktivitas anak-anak, khususnya balita, yang memaparkan risiko infeksi (kerumunan, ruang tertutup, tidak menggunakan masker, dll). 


Jika orang tua dan tenaga kesehatan memiliki pertanyaan dan pelaporan terkait Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) silakan menghubungi: Hotline IDAI (Hanya Menerima Chat) 0888 1999 666 Terbuka pukul 09.00-13.00 WIB, akan dibalas dalam jangka waktu maksimal 3x24 jam.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved