Gagal Ginjal Akut Misterius
RSSA Umumkan Tangani dan Rawat Pasien Anak Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal
RSSA Malang, mengumumkan telah menerima dan merawat pasien anak Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG - Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, mengumumkan telah menerima dan merawat pasien anak Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh jajaran dokter spesialis anak yang ada di RSSA Malang dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (20/10/2022).
Selama rentang waktu tiga bulan atau mulai Agustus hingga Oktober 2022, terdapat pasien rujukan dari berbagai daerah di Jawa Timur yang ditangani pihak RSSA. Diantaranya, pasien dari Malang Raya, Blitar, Pasuruan dan Sidoarjo.
Tetapi, pihak RSSA Malang enggan membeberkan berapa banyak jumlah pasien anak kasus GGAPA yang ditangani dan dirawat tersebut.
Dokter spesialis anak di bagian Nefrologi RSSA, DR.dr. Krisni Soebandijah, Sp.A(K) menjelaskan secara detail terkait hal itu.
"Akhir-akhir ini dalam tiga bulan terakhir, ada beberapa kasus GGAPA. Dimana pasien GGAPA tersebut merupakan anak-anak dibawah umur 5 tahun, yaitu paling banyak di rentang usia 2 hingga 5 tahun. Untuk pasien GGAP tersebut, paling banyak merupakan rujukan dari wilayah Blitar dan paling banyak berjenis kelamin laki-laki," jelasnya.
Dirinya menerangkan, pasien anak yang masuk di RSSA dengan kasus GGAPA menunjukkan beberapa gejala. Seperti demam, diare, batuk pilek, muntah, produksi jumlah air kecil (urin) semakin sedikit atau bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali, nyeri perut hingga penurunan kesadaran
Sehingga, pasien anak dengan kasus GGAPA harus ditangani dengan cepat dan menjalani perawatan secara intensif.
Sementara itu, dokter spesialis anak di bagian Nefrologi RSSA, dr. Astrid Kristina Kardani, Sp.A(K), M. Biomed mengungkapkan, beberapa pasien anak kasus GGAPA yang dirawat di RSSA menjalani perawatan hemodialisis (cuci darah).
"Dari pasien anak dengan kasus GGAPA, beberapa menjalani perawatan hemodialisis. Namun alhamdulillah, kondisi pasien telah membaik dan berangsur-angsur bisa lepas dari perawatan hemodialisis," terangnya.
Dirinya juga mengimbau kepada orang tua yang mendapati anaknya memiliki gejala GGAPA, agar segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Memang kasus ini membuat panik, tapi harapan kami, agar orang tua jangan panik dan tetap mewaspadai," tandasnya.