Berita Gresik Hari Ini

Pedagang Alami Pendarahan Otak Akibat Dikeroyok Para Tukang Pencak Pengecut di Gresik

Kematian Eko Bayu Asmoro (21), pedagang buah nanas di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik akibat dianiaya para tukang pencak dari sebuah perguruan silat.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yuli A
willy abraham
Kondisi mayat hanya mengenakan celana hitam, masih ada sarung hitam di badan, kemudian diduga seperti luka lebam di kedua mata dan mengeluarkan ingus dari hidung di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Kematian Eko Bayu Asmoro (21), pedagang buah nanas di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik akibat dianiaya para tukang pencak dari sebuah perguruan silat.

Korban meregang nyawa dengan mengalami luka di kepala. 

Jasad korban ditemukan di depan ruko pasar Gadung pada Selasa (15/11/2022) sore. Jasad korban ditemukan mengenakan celana, dan sarung tertempel di badan. 

"Sementara dari hasil autopsi meninggal karena pendarahan di otak kepala," ujar Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Kamis (17/11/2022). 

Baca juga: 7 Tukang Pencak Pengecut di Balik Kematian Pedagang Nanas di Gresik

Korban diketahui masih berusia 21 tahun asal Dusun Kembangan, Desa Sumberejo Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak dua orang langsung diamankan Satreskrim Polres Gresik, sedangkan lima orang masih buron. 

Pihaknya memastikan tidak ada hubungan antara korban dengan para terduga pelaku. Yang jelas, korban dianiaya gara-gara hanya memakai kaus perguruan silat

Ia dianiaya beramai-ramai hingga meninggal dunia. Mengetahui korban sudah tidak bernyawa para terduga pelaku kabur. 

"Sementara tidak ada (hubungan) hanya karena dia (korban) pakai baju perguruan silat," terangnya. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, ada tujuh orang diduga terlibat penganiayaan berujung kematian pedagang buah nanas. Dua orang diamankan, lima orang masih buron. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved