Berita Malang Hari Ini
MCC Harus Jadi Role Model Pengembangan Inkubasi Bisnis
pakar ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Joko budi Santoso SE ME mengatakan, langkah strategis yang harus dilakukan ialah melakukan penguatan UMKM
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG- Resesi dunia diprediksi akan melanda sejumlah negara pada 2023 mendatang.
Isu tersebut yang kini hangat diperbincangkan di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.
Dalam menghadapi isu tersebut, pakar ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Joko budi Santoso SE ME mengatakan, langkah strategis yang harus dilakukan ialah dengan melakukan penguatan kepada UMKM.
"Penguatan UMKM merupakan langkah strategis untuk memperkokoh pondasi perekonomian daerah dalam menghadapi ancaman resesi dunia," ucapnya.
Pria yang juga peneliti senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) FEB UB itu mengatakan, bahwa Kota Malang memiliki potensi UMKM yang cukup luar biasa.
Hal ini bisa dilihat dari sisi kualitas maupun inovasi produk dari UMKM itu sendiri.
Baca juga: Penguatan UMKM Jadi Andalan Utama Pemkot Malang Hadapi Krisis Ekonomi Global
Hadirnya Malang Creative Center (MCC) sebagai wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang diharapkan juga dapat memiliki dampak yang cukup signifikan bagi Kota Malang.
"MCC harus difungsikan secara optimal untuk penguatan standarisasi produk UMKM, fasilitasi perizinan dan sertifikasi halal, meperlebar jaring pemasaran Dan memfasilitasi UMKM dengan lembaga permodalan,"
"MCC juga harus menjadi role model dalam pengambangan inkubator bisnis di kancah regional dan nasional," terangnya.
Selain itu Joko juga memberikan saran kepada setiap daerah dalam menghadapi ancaman resesi dunia nanti.
Di antaranya bagaimana pemerintah daerah mampu menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.
Serta memperkuat insentif fiskal bagi dunia usaha termasuk ketenagakerjaan.
Baca juga: Pandemi Mereda, Pengrajin Keripik Tempe Sanan Mulai Banjir Pesanan
"Pemerintah daerah juga harus melakukan updating data sosial kemasyarakatan guna memperkuat berbagai program jaring pengaman sosial bagi masyarakat," lanjutnya.
Dia menambahkan, bahwa langkah yang tepat saat ini bagi daerah ialah menjaga akselerasi pemulihan ekonomi.
Di antaranya dengan menjaga daya beli masyarakat.
Untuk di Kota Malang, Joko menilai bahwa sekitar 67 persen pertumbuhan ekonomi kota Malang disupport dari konsumsi rumah tangga.
"Dalam menjaga daya beli ini bisa dilakukan dengan penguatan jaring pengaman sosial berupa BLT, stabilisasi harga bahan pokok melalui pasar murah sembako secara berkelanjutan, serta kerjasama antar daerah untuk manajemen stok pangan," tandasnya.