Berita Malang Hari Ini

APBD Belum Cukup, Pemkot Malang Berharap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Banyak bidang pembangunan Kota Malang yang belum bisa dicapai Pemkot Malang dikarenakan keterbatasan anggaran dan lainnya.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
pemkot malang
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu. 

Banyak bidang pembangunan Kota Malang yang belum bisa dicapai Pemkot Malang dikarenakan keterbatasan anggaran dan lainnya. Sementara permintaan investasi terus masuk di Kota Malang.

SURYAMALANG.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang mendorong agar para pelaku usaha, kelompok perusahaan bisa memberikan kontribusinya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam Musrenbang TSP Tahun 2022 di Ijen Suite Hotel and Conventions, Senin (22/11/2022), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu mengungkapkan ada 897 usulan warga yang belum terakomodir pada alokasi anggaran APBD Kota Malang.

Melalui CSR, usulan warga yang belum terakomodir tersebut bisa diatasi. Pemerintah melalui Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Malang akan mengakomodir.

"Musrenbang ini kami buat untuk mengakomodir teman-teman perusahaan yang ingin menyalurkan program CSR-nya,” katanya, Senin (28/11/2022).

Baca juga: DPRD Kota Malang Sempat Ragukan Target APBD yang Mencapai Rp 2,8 T pada 2023

Dari 897 usulan tersebut, sebanyak 78 usulan dari bidang sosial dan pengentasan kemiskinan, 135 usulan bidang sarana prasarana dan lingkungan hidup, 142 usulan untuk pemberdayaan UMKM, 27 usulan bidang kesehatan, dan 303 usulan di bidang pendidikan dan pengembangan SDM. Rincian bidang bidang inilah yang bisa diakomodir pada forum TSP ini.

Dwi menyampaikan Musrenbang TSP 2022 ini menghadirkan kurang lebih 120 orang terdiri atas akademisi, perusahaan, pelaku usaha, pihak swasta dan sejumlah perangkat daerah Kota Malang.

"Kami berharap semuanya bisa berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan. Bisa kolaborasi untuk sama-sama bangun Kota Malang," tegas Dwi.

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan Musrenbang TSP ini didorong untuk membantu pembangunan Kota Malang dalam lingkup kolaborasi dan sinergitas yang kerap disebut Hexa Helix.

Banyak bidang pembangunan Kota Malang yang belum bisa dicapai Pemkot Malang dikarenakan keterbatasan anggaran dan lainnya. Sementara permintaan investasi terus masuk di Kota Malang.

"Selama ini memang sudah ada. Salah satunya kerjasama dengan perguruan tinggi tentang kajian kajian akademis. Lalu Urban Farming bersama BI (Bank Indonesia), Sam Gepunbasa dengan PT Sampoerna, termasuk Gerakan Tanaman Telang bersama Bank Jatim. Ini yang terus ditingkatkan," jelas Sutiaji.

Dengan sinergitas dan kolaborasi ini, segala kemudahan pelayanan investasi juga akan lebih mudah. Pemkot Malang pun, lanjut Sutiaji terus membenahi dan meningkatkan sistem pelayanan publik lebih mudah lagi untuk memperluas bentuk investasi yang bisa masuk. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved