Berita Malang Hari Ini

40.620 Warga Kota Malang Tergolong Miskin, Apa Tindakan Pemkot?

Data Badan Pusat Statistik dan BPS Kota Malang, pada tahun 2020, jumlah angka kemiskinan di Kota Malang mencapai 38.770 jiwa.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
HUMAS KOTA MALANG
Wali Kota Malang, Sutiaji mengupayakan angka kemiskinan di Kota Malang turun. Dari data Badan Pusat Statistik dan BPS Kota Malang, pada tahun 2020, jumlah angka kemiskinan di Kota Malang mencapai 38.770 jiwa. Situasi pandemi Covid-19 pada 2021 lalu, meningkat angkanya menjadi 40.620 jiwa. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji, mengupayakan angka kemiskinan di Kota Malang turun. Dari data Badan Pusat Statistik dan BPS Kota Malang, pada tahun 2020, jumlah angka kemiskinan di Kota Malang mencapai 38.770 jiwa. Situasi pandemi Covid-19 pada 2021 lalu, meningkat angkanya menjadi 40.620 jiwa.


Sutiaji menyampaikan komitmennya untuk terus berupaya untuk mengentas angka kemiskinan di Kota Malang melalui program kegiatan. Selain bantuan sosial, Pemkot Malang melalui Dinas Tenaga Kerja PMPTSP Kota Malang akan mencoba membuka informasi lowongan kerja dan program pelatihan kerja.

Beragam pelatihan dilakukan dengan tujuan warga yang dilatih memiliki kecakapan sehingga bisa membuka usaha. Pelatihannya seperti menjadi barista, penata rias serta lainnya.

"Kami terus berupaya sesuai dengan RPJMD. Komitmen dan konsentrasi pembangunan terus berjalan dengan baik. IPM dan pertumbuhan ekonomi masih naik. Angka kemiskinan tidak begitu terdampak, jumlah pengangguran juga. Semua ini butuh partisipasi masyarakat. Semoga ini menjadi pemicu," ujarnya.

Dinas Sosial Kota Malang juga akan menyusun standar kemiskinan sendiri untuk menentukan jumlah warga miskin di Kota Malang. Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani menyatakan jika mengacu pada standar Kementerian Sosial, maka tidak ada kategori orang miskin di Kota Malang.

"Salah satu indikator orang miskin seperti di Kemensos itu antara lain lantainya masih tanah. Lalu dindingnya gedhek. Di Kota Malang kan tidak ada yang seperti itu?" ujar Penny.

14 standa kemiskinan yang juga sebagai standar di BPS tersebut di antaranya, luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 meter kuadrat per orang. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.

Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain.

Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik. Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan.

Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah. Hanya mengkonsumsi daging/ susu/ ayam dalam satu kali seminggu.

"Selama ini, kami hanya mengandalkan TDKS. Jadi kami harus punya indikator sendiri untuk mengukur Kota Malang," ujarnya.

Rencananya, penerapan pengukuran kemiskinan itu akan berlaku pada akhir 2023. Sebelum jauh ke sana Dinsos Kota Malang akan membuka konsultasi dan dengar pendapat dengan para stakholder.

Di Jawa Timur, angka kemiskinan Kota Malang masih jauh dibandingkan dengan tetangganya yakni Kabupaten Malang yang mencapai 252.880 jiwa atau sekitar 9,55 persen dari total seluruh penduduknya. Hal ini juga karena wilayah Kabupaten Malang yang cukup besar dan jumlah penduduknya mencapai 2,65 juta jiwa.

Data-data tersebut diperoleh dari website https://malangkota.bps.go.id/ yang dapat diunduh secara umum. Pembaharuan data untuk angka kemiskinan tahun 2023 di Kota Malang akan dipublikasikan sekitar Maret mendatang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved