Berita Malang Hari Ini
Tempat Jasa Penukaran Uang di Kepanjen Malang Sudah Menjamur, Pemandangan Khas di Bulan Ramadan
Di Kecamatan Kepanjen,jasa penukaran uang baru bisa dijumpai khususnya di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sultas Agung, jumlahnya sudah lebih 10 lapak
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Jasa penukaran uang baru kini mulai menjamur di masa bulan suci Ramadan jelang Hari Raya Idul Fitri saat ini di Kabupaten Malang.
Salah satunya titik yang jadi lokasi mangkal penukaran uang ada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Ketika berada di Kecamatan Kepanjen, khususnya di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sultas Agung, kalian akan menjumpai jasa penukaran uang baru.
Baca juga: Aksi Prank Pocong di Makam Samaan Kota Malang Bahayakan Pengguna Jalan
Jika dihitung dengan hitungan jari, setidaknya ada 10 orang yang membuka jasa ini.
Di antaranya adalah Martono, warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjen. Pria yang biasa dipanggil Tono itu sudah 15 tahun lamanya menggeluti usaha ini. Tepatnya di Jalan Sultan Agung.
"Sudah buka sejak puasa ketiga," ungkap pria berusia 53 tahun itu.
Martono mengaku jika di awal puasa memang tidak begitu banyak orang yang menukar uang. Namun, hanya beberapa saja yang datang untuk menukar.
Kendati demikian, ia tetap membuka lapaknya setiap hari mulai dari pukul 08.00 WIB hingga menjelang magrib.
Menurutnya, penukar uang akan ramai jika puasa sudah memasuki hari ke-15 sampai dengan H-2 menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Nanti puasa ke-15 sudah mulai banyak yang beli (menukar). Apalagi H-2 lebaran semakin banyak," terangnya.
Dikatakannya, jika hari biasa, dalam sehari ia hanya mampu menukarkan uang kepada penukar kurang Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.
Namun, ketika H-2 Idul Fitri, ia mampu melayani penukaran uang mencapai Rp 10 juta ke atas.
"Apalagi malam takbir, yang tukar semakin banyak," ungkapnya.
Di lapak milik Tono, ia menyediakan uang baru mulai dari pecahan Rp 1 ribu, Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga Rp 20 ribu.
Sedangkan untuk jasa penukaran uang ia mematok harga Rp 7 ribu per 100 lembar uang.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.