Senin, 13 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Pelajar SD Kristen Shining Star Malang Belajar Filosofi Ketupat

Kegiatan siswa SD Kristen Shining Star di Jalan Kelud 14 Malang diisi kegiatan inspirasi yang membahas tentang kearifan lokal ketupat

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Siswa dan siswi SD Kristen Shining Star Malang belajar tentang kearifan lokal ketupat. 

SURYAMALANG.COM - Kegiatan siswa SD Kristen Shining Star di Jalan Kelud 14 Malang, Jumat (28/4/2023), diisi kegiatan inspirasi yang membahas tentang kearifan lokal tentang ketupat.

Siswa kelas 1 sampai 6 diberi ketupat kosongan pada kegiatan di lapangan sekolah. Sehingga saat pemberian materi, siswa bisa melihat langsung bentuknya dan filosofinya.

"Biasanya kalau Jumat diisi kegiatan beragam. Kadang kerja bakti, olahraga dan lainnya. Kali ini diisi dengan kegiatan inspirasi dengan mengangkat tema kearifan lokal tentang ketupat. Temanya pas saat ini mash suasana lebaran," jelas Kepala Sekolah, Susana Setiawati Sapulete, pada SURYAMALANG.COM.

Dikatakan, para siswa pasti sudah mengenal soal ketupat. Tapi maknanya mungkin tidak tahu.

"Harapan kami, siswa jadi mengenal. Mereka mungkin tidak tahu arti ketupat adalah ngaku lepat (mengaku salah). Kita kan hidup di masyarakat harus mengenali tradisi di Indonesia ini," katanya.

Saat menanyakan ke siswa dalam kegiatan di lapangan, rata-rata mereka sudah mengenal ketupat. Bahkan ada siswa yang keluarganya juga mendapat kiriman ketupat dari tetangga.

"Ketupat ini jika sudah dicampur sayur labu, opor daging ayam, sambel goreng kentang enak sekali," cerita Susan pada siswanya.

Salah satu wali murid bahkan mencoba membuat ketupat di sekolah dengan janur yang ada dan mau mengajari siswa. Dikatakan, praktik baik dalam kearifan lokal itu bisa diserap siswa untuk pendidikan karakternya.

"Puasa itu berapa hari, anak-anak?" tanya Susan.

Ada 30 hari, Bu, jawab siswa.

Filosofi ketupat adalah ngaku lepat (mengaku salah). Ketupat atau kupat adalah laku papat atau empat tindakan.

Yaitu lebaran, luberan, leburan dan laburan. Lebaran menandai sudah selesainya puasa. Luberan artinya melimpah dan kemudian berbagi dengan apa yang dipunyai pada orang lain.

Ada yang berbagi ke tetangga dengan mengantar makanan, memberi beras lewat zakat dan lain-lain.

Sedang leburan adalah melebur kesalahan karrna sudah saling memaafkan. Laburan adalah seperti kapur/penjernih. Sehingga artinya setiap manusia menjaga kesucian lahir batin.

"Meski kita tidak muslim, tapi kita bisa belajar dari itu," jawab Susan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved