Berita Batu Hari Ini

Tekan Angka Kecelakaan, Pemkot Kota Batu Perlu Tingkatkan Sarana Prasarana di Area Rawan Kecelakaan

Untuk menekan angka kecelakaan di Kota Batu, Pemkot Batu dinilai perlu meningkatkan infrastruktur dan fasilitas jaringan jalan.

Penulis: Dya Ayu | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/myu
ILUSTRASI - Kecelakaan terjadi di Jalur Klemuk tepatnya di Kalan Raya Rajekwesi Desa Songgokerto Kecamatan Batu, Kota Batu, Jumat (17/3/2023). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Untuk menekan angka kecelakaan di Kota Batu, Pemkot Batu dinilai perlu meningkatkan infrastruktur dan fasilitas jaringan jalan.

Beberapa area di Kota Batu diidentifikasi sebagai zona kecelakaan berisiko tinggi. Diantaranya seperti jalur Klemuk, Jurang Susuh, Jalan Dusun Toyomerto dan Jalan Dewi Sartika depan Pasar Among Tani Kota Batu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Imam Suryono menilai area-area tersebut penting dilakukan penanganan segera untuk meningkatkan keselamatan jalan.

“Salah satu solusinya yakni pemasangan rambu dan marka jalan, papan petunjuk himbauan, serta penggunaan lampu penanda dan lampu peringatan, running light dan guard rail atau pagar pengaman jalan,” kata Imam Suryono, Rabu (7/6/2023).

Selain itu juga dilakukan rekayasa lalu lintas pada area-area rawan kecelakaan yang ada di Kota Batu.

Sementara itu Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menilai, selain meningkatkan infrastruktur dan fasilitas jaringan jalan, juga diperlukan kerja sama dari berbagai instansi, baik dinas terkait di Pemkot, Polres Batu dan juga Organda.

“Jalan-jalan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik kita semua. Oleh karena itu, menjaganya, merawatnya dan memastikan keselamatannya merupakan tanggung jawab bersama,” jelas Aries Agung Paewai.

Lebih lanjut Aries mencotohkan, tanggung jawab bersama yang dimaksud ialah saat ini di jalur Klemuk telah dipasang portal, papan informasi, dan himbauan yang hanya mengizinkan kendaraan roda dua saja yang boleh melewati jalur tersebut. Namun masih ada pengendara roda empat yang masih ‘ngeyel’ untuk lewat, padahal petugas dari Dishub sudah berjaga di lokasi untuk memberikan pengawasan dan bantuan kepada para pengguna jalan.

“Untuk itu, selain upaya pemerintah, masyarakat juga turut berperan aktif dalam meningkatkan keselamatan jalan. Salah satunya seperti membangun jalur pasir penyelamat, yaitu jalur keselamatan yang dibangun oleh warga setempat,” ujarnya.

Aries Agung Paewai mengatakan untuk prioritas soal peningkatan infrastruktur jalan, dapat diwujudkan pada tahun 2023 atau 2024.(myu)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved