Berita Batu Hari Ini

Kumpulkan Kepala OPD, Ini yang Ditekankan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai

Dalam rakor tersebut, Aries Agung Paewai menyampaikan poin-poin penting yang ditekankan oleh Mendagri kepada Pj Kepala Daerah seluruh Indonesia.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Aries Agung Paewai 

SURYAMALANG.COM - Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu dikumpulkan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, untuk rapat koordinasi bersama di Balai Kota Among Tani Kota Batu.

Dalam rakor tersebut, Aries Agung Paewai menyampaikan poin-poin penting yang ditekankan oleh Mendagri kepada Pj Kepala Daerah seluruh Indonesia.

Poin pertama yang disampaikan Aries pada Kepala OPD ialah perlunya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk menghindari ketergantungan biaya transfer daerah.

"Selain itu juga kami sampaikan pentingnya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengajak para ASN untuk terus berkembang, karena inovasi merupakan kunci keberhasilan," kata Aries Agung Paewai, Rabu (14/6/2023).

Selain itu, dalam menyikapi triwulan kedua yang hampir berakhir terdapat beberapa hal yang ditekankan Aries Paewai.

Di antaranya, perlunya memperhatikan realisasi anggaran dengan cermat dan perlunya langkah-langkah persiapan untuk perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

"Dengan posisi saat ini penting untuk bersama-sama mencapai target tersebut, caranya dengan memperhatikan daerah yang memiliki PAD tinggi sebagai narasumber dan referensi," ujarnya.

Aries menambahkan, dalam upaya meningkatkan PAD, perlu dilakukan penguatan tim dan jajaran dibeberapa OPD serta memberikan pengingat kembali mengenai pentingnya perjanjian kinerja yang mencakup pencapaian angka nilai program yang ditetapkan.

"Belanja daerah dan program prioritas juga menjadi fokus kami. Realisasi belanja daerah perlu diupdate dan program-program yang belum berjalan perlu dievaluasi kembali," jelasnya.

Dalam Rakor tersebut juga dibahas program- program prioritas, seperti pengentasan kemiskinan ekstrim berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata.

Sedangkan untuk program-program yang telah selesai namun anggarannya tidak terserap, akan dialihkan ke Belanja Tidak Terduga (BTT).

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved