Berita Malang Hari Ini

WAWANCARA EKSKLUSIF Andi Pratama: Mi Instan Serap Air di Dalam Tubuh

M Andi Pratama Hardiansyah sudah mempersiapkan mental untuk melakoni Ekspedisi Medhayoh sejak 13 tahun lalu.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Reza
Wartawan SURYAMALANG.COM, Septyana Cahyani Eka mewawancarai Andi Pratama Hardiansyah sebelum Ekspedisi Medhayoh. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - M Andi Pratama Hardiansyah sudah mempersiapkan mental untuk melakoni Ekspedisi Medhayoh sejak 13 tahun lalu.

Medhayoh berasal dari Bahasa Jawa yang berarti bertamu.

Andi sudah lama malang-melintang di pegunungan. Kini Andi berbagi tips untuk pendaki pemula yang ingin menaklukan gunung.

Berikut ini wawancara wartawan Harian Surya, Septyana Cahyani Eka dengan Andi Pratama Hardiansyah.

Wawancara eksklusif ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube Surya Malang.

Apa saja makanan yang biasa dimakan para pendaki?

Saya tidak terpaku pada satu jenis makanan saja. Apapun makanannya, saya oke karena kita juga harus terbiasa dengan berbagai macam makanan.

Apalagi di gunung tidak pasti ada makanan yang biasa kita makan.

Bagi saya, yang penting makanan itu ada gizi seimbang. Kalau mi instan justru menyerap air terlalu banyak di dalam tubuh. Saya tetap bawa mi instan, tapi itu hanya untuk cadangan.

Butuh waktu berapa lama untuk mendaki satu gunung?

Gunung di Pulau Jawa itu pendek-pendek, dan bisa ditempuh antara dua sampai tiga hari. Saya lebih senang menikmati perjalanan mendaki gunung dan tidak terburu-buru.

Sekarang kan sedang ngetrend berangkat satu hari dan langsung pulang setelah sampai di puncak.

Kalau saya lebih suka bermalam di gunung karena untuk mengetahui suasana siang dan malam di gunung, sambil melihat bintang-bintang.

Hal ini juga mendukung pekerjaan saya sebagai tour operator. Ketika nanti saya membawa pengunjung, saya bisa menjelaskan seluk-beluk dari gunung tersebut.

Setiap gunung memiliki kondisi berbeda. Misalnya, Gunung Semeru dan Gunung Arjuno.

Tantangan di Gunung Arjuno adalah air dan panas. Kalau Gunung Semeru, tantangannya suhu dingin, tapi airnya banyak.

Jadi kalau mau ke Gunung Semeru, persiapannya adalah jaket tebal. Kalau ke puncak Gunung Semeru lebih sulit karena pasir dan batu, bahkan banyak batu menggelinding.

Kalau Gunung Arjuno, tanahnya solid. Jadi, tantangan di setiap gunung beda-beda.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved