Wawancara Ekslusif
Joe Javanese Si Pawang Ular asal Malang Raya Beri Kiat Penanganan Ketika Digigit Ular Berbisa
Joe Javanese (42 tahun) seorang pawang ular dari Malang Selatan punya kiat tersendiri berdasarkan pengalamannya yang pernah digigit ular King Cobra.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
Sudah berapa kali digigit ular dan apa yang paling fatal?
Saya sudah puluhan kali digigit ular. Di bibir saat atraksi cium ular, di tangan dan di kaki juga pernah.
Paling parah itu di jari tangan saya, ini sampai cacat. Karena racun bisa king kobra itu sangat sangat beracun sehingga membuat saraf jari saya menghitam dan harus dioperasi.
Banyak kasus gigitan king cobra yang meninggal dunia bagaimana antisipasinya?
Kebanyakan tidak tahu cara penanganan pertamanya.
Kalau sesuai medis itu pertamanya dengan imobilisasi.
Misalkan digigit di jari, kita ambil dua buah papan kayu seperti saat orang mengalami patah tulang.
Jadi biar tidak banyak gerak atau bahkan jangan sampai ada gerakan di bagian yang tergigit supaya racun ular tidak menjalar ke seluruh tubuh.
Setelah itu dibawa ke medis terdekat.
Untuk gigitan itu tergantung seberapa banyak bisa ular yang masuk ke tubuh kita dan juga imunitas tubuh kita juga berpengaruh.
Dan yang paling penting juga cara penanganannya ketika setelah digigit ular.
Selain menjadi pawang apalagi aktivitasnya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Joe-Javanese-pawang-ular-Malang.jpg)