Tips Kesehatan
WAWANCARA EKSKLUSIF - Perbedaan Gejala Vertigo dan Migrain Menurut dr Crashana
Vertigo dan migrain adalah dua hal yang berbeda. Seperti apa perbedaan gejala vertigo dengan migrain?
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, MALANG - Vertigo dan migrain merupakan sebuah gejala dari suatu penyakit yang ditimbulkan dari diagnosis. Vertigo dan migrain adalah dua hal yang berbeda.
Seperti apa perbedaan gejala vertigo dengan migrain? Simak penjelasannya dari dr Crashana Siregar bersama Septiana Cahyani Eka Saputri, berikut ini.
1. Apa perbedaan migrain dan vertigo?
Jadi sebenarnya vertigo dan
migrain ini adalah dua hal yang berbeda. Banyak beredar di masyarakat bahwa bertigo dan migrain adalah sama padahal sebenarnya berbeda.
Vertigo sendiri itu adalah kelainan keseimbangan. Ketika kita membayangkan kelainan keseimbangan, artinya kita sering ibarat kapal itu oleng. Nah, bahasa jawanya berarti seperti gliyeng atau pusing.
Vertigo, gejalanya adalah kita merasa pusing kelainan keseimbangan, susah berdiri tegak, terus rasanya mau jatuh goyang
Sedangkan migrain adalah salah satu jenis nyeri kepala. Di mana nyeri kepala jenisnya beragam. Ada nyeri kepala karena tekanan atau tension type headache, itu nyeri kepala yang rasanya semua kepala kita terasa berat tertekan kayak ada berat sakit.
Kedua, nyeri kepala Cluster itu nyeri kepala sebelah mirip dengan migrain, nyerinya dominan sampai ke belakang mata. Kadang bisa disertai dengan air matanya keluar sebelah.
Sedangkan tipe ketiga, nyeri kepapa sebelah. Artinya baik sebelah kanan maupun kiri.
Jadi beda dengan vertigo, itu sensasi terasa pusing berputar goyang gangguan keseimbangan. Sedangkan migrain itu nyeri kepala sebelah simpelnya seperti itu nyeri.
2. Apakah nantinya migrain itu akan menyebabkan vertigo?
Sebenarnya migrain dan vertigo ini adalah dua hal yang seharusnya tidak berhubungan secara langsung.
Bukan berarti vertigo dan migrain ini akan menyebabkan salah satunya terus mencetuskan ke salah satunya tidak.
Tetapi vertigo dan migrain adalah gejala bukan diagnosis penyakit.
Misalnya, kita demam berdarah, diagnosisnya demam berdarah gejalanya itu demam, panas, nyeri sendi. Nah vertigo dan migrain ini adalah gejala penyebabnya apa diagnosisnya apa kita tidak tahu. Kita harus cari tahu lagi diagnosisnya.
Sehingga, apakah vertigo bisa mencetuskan migrain atau migrain bisa mencetuskan vertigo, secara langsung tidak. Sebab, jalur penyakitnya itu berbeda.
3. Untuk proses penyembuhannya apa membutuhkan operasi?
Karena migrain dan vertigo adalah gejala dan bukan suatu diagnosis maka harus dicari dulu penyebabnya apa.
Misal penyebabnya karen tumor, berarti tumornya yang harus diobati. Namun, apakah tumor itu harus dioperasi? Belum tentu, karena ada tumor yang tidak selalu dioperasi.
5. Bagaimana awal mula terjadi migrain dan vertigo?
Migrain itu terbagi menjadi dua, yakni ada migrain aura dan migrain non aura.
Kalau migrain aura itu ketika pasien sebelum mengalami nyeri, dia akan melihat cahaya putih, atau kilatan.
Kalau migrain non Aura, pasien tidak meradakan tanda-tanda akan terjadi migrain, dia tidak melihat cahaya putih, atau mendengar bunyi-bunyi sesuatu. Namun, pasies sudah langsung merasakan nyeri migrain.
Untuk penyebabnya, bisa karena kelainan hormon, bisa karena pencetus pencetus tertentu, seperti stress, kemudian kurang istirahat, gangguan pembuluh darah, makanan-makanan tertentu.
Yang mana faktor-faktor penyebab ini menuntun ke suatu rangsangan nyeri di otak. Jadi di otak kita itu mekanismenya ini otak dan pembuluh darah kita akan mencetuskan nyeri kepala.
Sedangjan kalau untuk vertigo terbagi menjadi dua. Ada vertigo sentral dan vertigo perifer.
Vertigo sentral itu berarti penyebab vertigonya itu dari otak, sedangkan vertigo perifer bukan karena adanya kelainan di otak, melainkan adanya permasalahan di telinga.
6. Antara vertigo dan migrain, mana yang lebih berbahaya?
Perlu diketahui, vertigo dan migrain merupakan sebuah gejala, bukan penyakit. Sehingga kita harus melihat dulu penyebab terjadinya vertigo dan migrain itu apa, gejalanya apa, dan diagnosisnya apa? Harus kita lihat terlebih dahulu.
7. Pengobatan vertigo dan migrain itu membutuhkan waktu berapa lama?
Kembali lagi, kita melihat dulu diagnosisnya apa. Vertigo dan migrain yang mana lebih cepat sembuh tergantung kalau dia penyebabnya infeksi aja ya paling sebentar. Tapi kalau dia penyebabnya kronis seperti tumor tentu akan lebih lama lagi proses penyembuhannya.
8. Apa obat-obatan yang bisa dikonsumsi ketika menderita migrain dan vertigo?
Untuk migrain bisa beli di apotek langsung, seperti paracetamol itu sidah cukup membantu. Atau bisa kombinasi paracetamol dan kafein, ini juga bisa didapatkan di apotek.
Ketika obat-obatan ini sudah rutin dikonsumsi tiga kali sehari tidak mempan, saran saya adalah harus ke dokter. Supaya kita mengetahui, apakah migrainnya sepele atau serius.
Sedangkan kalau vertigo yang bisa dibeli di apotek tanpa resep itu biasanya obat-obat mual, muntah. Karena gejala vertigo kan mual dan muntah. Seperti. Obat mabuk perjalanan.
Kalau tidak mempan, kembali lagi harus pergi ke dokter untuk mendapatkan resepnya.
9. Apakah gerjala vertigo dan migrain merupakan faktor genetik?
Gejalanya sendiri seharusnya tidak. Namun, harus kita ketahui lagi diagnosisnya apa. Misalkan migrain disebabkan karena tumor, bisa saja tumor ini merupakan penyakit turunan.
11. Olahraga apa yang cocok bagi penderita gejala migrain dan vertigo?
Olahraga yang cocok itu seperti cardio. Di antaranya lari, renang, senam zumba, dan bersepeda. Otulah olahraga yang sifatnya menjaga dan memicu otot jantung.
Sehingga ketika otot jantungnya sehat otomatis pembuluh darahnya juga terjaga berkualitas.
Kemudian gangguan di otak khususnya migrajn akan sangat diminimalisir dengan berolahraga.
12. Bagaimana cara mengatur pola makan bagi seseorang yang mengidap gejala vertigo dan migrain?
Kalau untuk migrain, pencetusnya lebih sering akibat makanan. Seperti makanan terlalu manis, kemudian perubahan suhu makanan yang terlalu ekstrem, makanan yamg mengandung MSG tinggi.
Maka pola makanan tersebut harus lebih diatur, selain itu juga diimbangi dengan berolahraga.
Tentunya, kita harus perbanyak makanan sehat, seperti tinggi protein, serat, minum air yang cukup, dan istirahat yang cukup.
Selain menjaga fisik, kita juga harus menjaga psikis. Seperti mengontrol tingkat stress yang ada di dalam diri kita.
Ketika psikis dan fisik dua-duanya di combine dengan baik hasilnya hasilnya dapat mengurangi gejala migrain.
12. Apa pesan yang dapat disampaikan untuk menjaga kesehatan?
Intinya ketika kita mau hidup sehat yang satu tentunya harus ada komitmen dan niat.
Di sisi lain harus punya motivasi untuk hidup sehat.
Ketika ada niat dan komitmen maka semua hal yang tadi saya sampaikan itu akan bisa dilakukan yaitu menjaga hidup sehat dengan olahraga rutin, makan makanan yang bergizi seimbang tadi dan kemudian mengola fisik dan psikis.(isn)
Cara Cegah Penuaan Dini dengan Caviar atau Telur Ikan |
![]() |
---|
Melihat dari Dekat Komunitas Yoga Berpadu Musik Plantasia di Surabaya |
![]() |
---|
VIDEO - Manfaat Ruang ICU Menurut Dokter Spesialis Anestesiologi, dr Arie Zainul Fatoni |
![]() |
---|
VIDEO - Cegah Kanker Serviks dengan Pap Smear sebagai Upaya Skrining Kesehatan |
![]() |
---|
Banyak Warga Kota Batu Idap Hipertensi, Ini Saran dari dr Susana Indahwati |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.