Berita Malang Hari Ini

Ditendang Hingga Memar, Guru Olahraga di Malang Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi

Abdul Rozaq (49), seorang guru olahraga di SMPN 5 Satu Atap (Satap) Singosari melaporkan oknum kepala sekolah setempat

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: rahadian bagus priambodo
Lu'lu'ul Isnainiyah
panggul Rozaq yang mendapatkan tendangan dari oknum kepala sekolah. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Abdul Rozaq (49), seorang guru olahraga di SMPN 5 Satu Atap (Satap) Singosari melaporkan oknum kepala sekolah setempat dengan nama Anas Fahrudin ke Polsek Singosari, Sabtu (12/8/2023).

Pelaporan ini dilakukan dengan perkara dugaan tindak pidana penganiayaan

Kapolsek Singosari, Kompol Ahmad Robial membenarkan adanya laporan tersebut. Kini pihaknya sedang melakukan proses pemeriksaan. 

"Betul, sudah diterima laporannya dan dalam proses pemeriksaan. Semalam langsung kita mintakan visum," kata Robial, Senin (14/8/2023).

Pada laporan polisi tertera kejadian dugaan penganiayaan oleh oknum kepala sekolah kepada guru itu terjadi lokasi perkemahan di halaman SMPN 5 Satap Singosari, Desa Klampok, Kecamatan Singosari

Saat itu, Rozaq tengah mendampingi para siswa yang sedang kemah. Kemudian, sekira pukul 21.00 WIB, terlapor dagang dan langsung memaki korban serta menunjuk-nunjuk. 

Seketika, terlapor kemudian menendang korban menggunakan kaki kanan sebanyak dua lali mengenai pinggang kanan korban hingga mengalami luka memar. 

Tidak terima mendapatkan perlakuan penganiayaan, kroban lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Singosari saat itu juga. 

Sementara itu, Abdul Rozaq mengatakan, pada saat kejadian ia sedang berbincang dengan salah seorang guru lain kurang lebih selama 30 meniy. 

Kemudian, tiba-tiba Anas Fahrudin datang dengan menunjuk-nunjuk Rozaq dan memintanya untuk keluar ruangan. 

"Saat saya keluar, baru di depan pintu saya sudah mendapat tendangan dua kali. Satu kena, satu meleset karena dihalangi temen," terang Rozaq. 

Saat menerima tendangan itu, Rozaq sengaja tidak membalasnya. Karena ia berharap dapat membuat laporan ke polsek. 

"Saksi banhak, anak-anak sampai guru semua ada. Hanbi itu saya pulang dan konsultasi ke seseorang terus disuruh ke polsek," paparnya. 

Ketika ditanya apa permasalahan yang melatarbelakangi tindakan penendangan oleh oknum kepala sekolah, Rozaq menduga karena perihal perekrutan salah satu guru. 

Rozaq dianggap tidak melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait proses penerimaan guru. Sedangkan proses perekrutan dilakukan oleh salah satu operator BOS pada Maret lalu. 

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved