Berita Surabaya Hari Ini
Mortir Aktif Berbentuk Rudal Diduga Terpendam di Kampung Gubeng, Surabaya
Mortir Aktif Berbentuk Rudal Diduga Sisa Perang Dunia Kedua Gegerkan Warga Gubeng, Ditemukan Petugas Gali Selokan Saat Hendak Bangun Plengsengan
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yuli A
"Biarkan kami dari pihak Jihandak Brimob Polda Jatim yang telah dilengkapi keilmuan, teknik, dan perlengkapan khusus yang melakukan pemindahan benda berbahaya tersebut," tambahnya.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA -Sebuah mortir diduga aktif ditemukan oleh petugas penggali selaruan air dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kota Surabaya, saat menggali selokan sedalam dua meter di Jalan Gubeng Kertajaya VIII C, Gubeng, sekitar pukul 16.59 WIB, Senin (14/8/2023).
Berdasarkan dokumentasi yang dilakukan oleh BPBD Kota Surabaya. Mortir tersebut berbentuk lonjong seperti rudal berwarna hitam, dengan panjang sekitar 15 cm dan berat sekitar dua kg.
Kanit Reskrim Polsek Gubeng Polrestabes Surabaya Iptu Kusmianto mengatakan, mortir tersebut ditemukan pertama kali oleh petugas SDABM Kota Surabaya.
Saksi penemu itu berinisial AP (37) warga Pasuruan. Saksi menemukan benda tersebut saat sedang menggali selokan sedalam dua meter untuk membuat plengsengan selokan.
Kemudian, tanpa disengaja, pijakan kakinya mengenai benda keras berpermukaan tumpul dan berwarna gelap.
Saat benda tersebut diangkat. Saksi meragukan benda tersebut sebagai batu. Kemudian, berinisiatif melaporkannya kepada pihak berwajib melalui sambungan telepon command center 112.
"Ditemukan pada saat menggali sungai. Iya ada petugas SDABM. Beratnya sekitar 2 kg. Mortir bentuknya lonjong iya kayak itu (rudal). Masih aktif," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (14/8/2023).
Proses evakuasi dan pemindahan benda mortir tersebut dilakukan oleh Tim Jihandak Bom Gegana Satuan Brimob Polda Jatim, lalu dibawa ke tempat aman, untuk dilakukan pemusnahan (disposal).
Berdasarkan informasi yang dihimpunnya. Kusmianto menduga, benda mortir tersebut merupakan bahan peledak sisa perang Dunia ke-2, puluhan tahun lalu.
"Ya diduga bekas perang Dunia Kedua. Sudah diserahkan ke Jibom Polda Jatim untuk dilakukan pemusnahan disposal," jelasnya.
Di masa mendatang, Kusmianto mengimbau kepada masyarakat jika menemukan benda mencurigakan mirip bahan peledak mortir apapun model bentuknya, dimohon tidak dipegang atau dipindahkan ke lokasi lain, secara serampangan.
Masyarakat yang sudah terlanjur menemukan benda tersebut secara kasat mata, dianjurkan untuk segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwajib atau anggota kepolisian setempat.
Mengingat benda bahan peledak mortir apapun jenis dan bentuknya, berpotensi masih memiliki zat aktif yang berpotensi meledak dan melukai orang di sekitarnya, manakala mendapatkan perlakuan atau penanganan yang salah.
JANGAN KAGET! Jadi Wali Kota/Bupati Butuh Modal 70 Miliar, Jadi Gubernur Butuh Modal 1,7 Triliun |
![]() |
---|
Universitas Ciputra Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Transformasi Keuangan Digital |
![]() |
---|
Rumah Sakit Baru Pemkot Surabaya RSUD Eka Candrarini Diresmikan, Layanan Unggulan Bagi Ibu dan Anak |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Distribusikan PLTS ke Sekolah, Ajak Gunakan Green Energy |
![]() |
---|
Kesenjangan dan Lemahnya Inovasi Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Jatim, Anggaran 2024 Justru Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.