Karnaval Kota Malang

Disdikbud Kota Malang Bawa Pesan Pelajar Pancasila di Karnaval Kemerdekaan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang turut memeriahkan karnaval perayaan kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia, Sabtu (26/8/2023).

|
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/purwanto
Sejumlah staf dan karyawan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang saat mengikuti Karnaval Budaya Kota Malang 2023 di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/8/2023). Karnaval Budaya tersebut untuk memperingati HUT ke-78 RI serta menjadi ajang pemersatu bangsa, mengeratkan rasa kekeluargaan khususnya bagi warga Kota Malang, dan sekitarnya. Sebanyak 30 lebih peserta dari jajaran OPD dan kampus mengikuti gelaran tersebut. SURYA/PURWANTO 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang turut memeriahkan karnaval perayaan kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia, Sabtu (26/8/2023). Tak tanggung-tanggung, peserta yang berasal dari Disdikbud Kota Malang mencapai 200 orang. 

Mereka terdiri atas pelajar dan guru. Beberapa di antaranya adalah kepala sekolah dari tingkat TK, SD maupun SMP. Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menjelaskan rombongan peserta dari Dinsdikbud Kota Malang keberagaman Indonesia.

Tema itu diusung untuk menguatkan tema Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berada dalam Kurikulum Merdeka. Kata Suwarjana, P5 menjadi tuntunan yang memandu pendidikan Indonesia dalam sistem pendidikan unggul. Di Indonesia, nilai-nilai pendidikan yang unggul itu antara lain adalah kebhinekaan.

"Dengan kebhinekaan ini maka tumbuh kembanglah karakter. Kan sekarang banyak juga anak-anak yang tidak tahu lagu daerah," papar Suwarjana, Sabtu (26/8/2023).

Ditekankan Suwarjana, pengenalan kebudayaan kepada anak-anak sangat penting karena akan membentuk karakter. Anak-anak yang memiliki karakter adalah anak-anak yang tangguh. Ketika pembangunan Indonesia ke depan digantikan oleh anak-anak yang memiliki karakter, maka cita-cita kesejahteraan itu akan tercapai.

Suwarjana mengatakan bahwa karakter yagn lahir itu tidak sekadar menjadi selimut pelindung, tetapi juga menjadi cara hidup yang penuh etika. Bagi Suwarjana, etika sangat penting dan menjadi prioritas. Etika terlebih dahulu, baru ilmu.

"Budaya sangat berpengaruh sekali. Ketika mengenal budaya maka akan timbul karakter anak. Pada prinsipnya budaya lokal di Indonesia itu baik. Etika dahulu baru ilmu. Meski berilmu, kalau tidak beretika akan menyusahkan diri sendiri dan orang lain," terangnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji juga mengajak masyarakt menguatkan persatuan melalui pertunjukan karnaval. Bahwasannya beragam busana dan tarian tradisional yang ditampilkan merupakan wujud kesatuan rakyat di Republik Indonesia. 

Oleh karena itu, persatuan tersebut harus dijaga. Terlebih sebentar lagi akan memasuki tahun politik pemiliihan Capres dan wakilnya. Sutiaji mengajak masyarakat tetap menjaga kesatuan meski pilihan politiknya berbeda.

"Sebentar lagi kita mau pesta demokrasi dan pesta demokrasi itu kan rawan sekali terjadinya perpecahan. Kami mengingatkan, bahwa demokrasi itu alat, tujuannya itu bagaimana kemakmuran Indonesia tercapai dengan baik. Maka kami ingatkan, boleh berbeda, tapi tujuannya satu," ujar Sutiaji, Sabtu (26/8/2023).

Para peserta karnaval sebagian besar adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Beberapa di antaranya adalah para komunitas dan pelaku seni. Memasuki era kontestasi politik kali ini, Sutiaji juga telah menegaskan kepada ASN agar menjaga netralitas. Ia meminta agar para ASN memprioritaskan kerja-kerja melayani masyarakat. (Benni Indo/ADV)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved