Rabu, 22 April 2026

Berita Gresik Hari Ini

Fakta Medis Mengejutkan di Balik Dugaan Siswi SD Buta Dicolok Tusuk Pentol di Gresik

Ungkap Dugaan Kasus Penusukan Menggunakan Tusuk Pentol Bakso Ke Siswi SD Negeri, Polres Gresik Koordinasi Dengan Kejari dan Disiapkan Enam Jaksa

Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli A
willy abraham
Kadispendik Gresik S. Hariyanto saat bertemu SA, siswi kelas 2 SD yang buta akibat dicolok tusuk pentol, di kediamannya, Sabtu (18/9/2023). 

Sementara, dr. Bambang Tuharianto, SpM dokter di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik mengatakan, hasil dari MRI (magnetic resonance imaging) tidak menunjukkan adanya bekas benda keras pada mata sebelah kanan. Namun, ada penurunan penglihatan.

 

“Dari pemeriksaan fisik secara makro, tidak kami temukan kelalaian apapun, kami melanjutkan pemeriksaan mata secara RMI, ternyata dari pemeriksaan itu, tidak ditemukan kelainan apapun,tidak ada bekas darah, tidak ada kelainan saraf yang menunjukkan komponen-komponen bekas terjadi kekerasan. Memang terjadi penurunan penglihatan, tapi tidak bisa dipastikan dari bekas kekerasan. Apakah penurunan ini kelainan, secara anatomi tidak ada perubahan fisik, secara fungsi penglihatan memang menurun,” kata dr. Bambang.

 

Terpisah Ketua Perlindungan Anak Jawa Timur, Febri Kurniawan Pikulun mengatakan, permasalahan dugaan kekerasan di sekolah menjadi tanggung jawab sekolah, sehingga harus dilakukan penyelesaian secara terbuka. Sebab, sering terjadi di sekolah tindakan perundungan, kekerasan, dan seksualitas, sehingga penyelesaian kasus anak harus diselesaikan secara terbuka dan tegas.

 

“Agar perbuatan ini tidak terjadi lagi pada anak generasi Bangsa yang masih duduk di bangkun sekolah. Sebab, tindakan yang terjadi di sekolah adalah murni tanggung jawab sekolah,” kata Febri.

Sementara ayah SA, Samsul Arif (36), warga Desa Randupadangan Kecamatan Menganti mengatakan pasrah atas musibah yang menimpa putri sulungnya. Dan menunggu kasus hukum yang telah dilaporkan ke Polres Gresik pada Senin (28/9/2023).

“Kami pasrah, biar kasus hukum yang berjalan,” kata Samsul.

Diketahui, kejadian dugaan penganiayaan terhadap SA (8) secara ditusuk menggunakan tusuk pentol bakso terjadi pada Senin (7/8/2023). Saat itu, para siswa SD Negeri 236 Gresik sedang merayakan kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78.

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved