Berita Malang Hari Ini

Pasangan Suami Istri yang Dikukuhkan Jadi Profesor, Selalu Bersama Sejak SMA

Pasangan suami istri, dosen Universitas Negeri Malang (UM) bakal dikukuhkan sebagai profesor, Rabu (27/9/2023).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Pasangan suami istri, dosen Universitas Negeri Malang (UM) bakal dikukuhkan sebagai profesor, Rabu (27/9/2023). Mereka adalah Prof Dr Dedi Kuswandi MPd-Prof Dra Nunung Suryati MEd PhD. Dedi adalah profesor dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Nunung adalah profesor dari Fakultas Sastra. 

SURYAMALANG.COM-MALANG-Pasangan suami istri, dosen Universitas Negeri Malang (UM) bakal dikukuhkan sebagai profesor, Rabu (27/9/2023). Mereka adalah Prof Dr Dedi Kuswandi MPd-Prof Dra Nunung Suryati MEd PhD. Dedi adalah profesor dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Nunung adalah profesor dari Fakultas Sastra.

"Kalau saat muda, kami tidak pernah bercita-cita jadi profesor. Tapi KUM (angka kredit) kami memenuhi," jawab Prof Nunung pada suryamalang.com, Selasa (26/9/2023) di sela gladi bersih di GKB A19 UM.

Dikatakan dosen di prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu, ia dan suaminya memang selalu bersama sejak SMA. Waktu SMA, kelas 1 dan 2 satu kelas. Saat kelas 3 tidak satu kelas.

"Lalu kami satu kampus di UPI Bandung tapi beda jurusan," jawabnya.

Setelah itu mereka menikah dan pindah ke Malang. Namun sebelum itu, Nunung bekerja di Bandung dan Dedi bekerja di UM lebih dulu. "Jadi nggak masuk barengan," jawabnya.

Untuk meraih gelar tertinggi itu, mereka meraih bersama. Apalagi untuk pengajaran juga memenuhi.

"Yang jadi tantangan kan penulisan jurnalnya. Tapi kami saling membantu. Sebab kami kan jadi anggota editor jurnal dan bisa saling membantu dan saling edit. Serta bisa jadi editor bagi masing-masing karya," jawabnya.

Ia mendapat SK sebagai profesor pada 1 Juni 2023. Sedang suaminya lebih dulu turun atau pada Mei 2023. Ada selisih waktu dua pekan.

Memang Dedi mengajukan berkas lebih dulu lewat FIP.  Kemudian dirinya. Ini bisa terlihat dari turunnya SK. Selain didorong suami, koleganya juga memberi dukurngan kepenguraan profesor.

"Saya kan Kaprodi S2 dan S3. Maka pembimbingnya harus profesor. Saat ini baru terbatas ada enam orang profesor. Sedang yang dibantu ada puluhan mahasiswa pascasarjana," jawabnya.

Dalam pengukuhan nanti, ia mengangkat orasi bidangnya dalam pengembangan guru Bahasa Inggris yaitu bagaimana melatih guru-guru lebih profesional.

"Karena saya sudah lama berkecimpung di pelatihan guru-guru, mahasiswa calon guru bagaimana mengajar. Termasuk jika ada perubahan-perubahan kurikulum juga melakukan training," kata dia. 

Sedang Dedi adalah profesor bidang Ilmu Model dan Strategi Pembelajaran. Dimana ia mensinergikan kearifan lokal dan konsep prinsip di era kekinian. Hal ini karena berkembangnya konsep-konsep terbaru di pembelajaran. Ada big data, IoT dan lainnya.

"Anak generasi sekarang kan sangat dekat dengan digital, internet dan teknologi. Belajar bisa kapan saja dan dimana saja tak terbatas pada ruang dan waktu," katanya.

Ia mencontohkan dari web saja bisa diketahui siapa yang hadir, membaca saja, chatting saja, mengerjakan tugas dan lainnya. Semua bisa terbaca. Sedang gaya belajar anak-anak juga berubah. Mereka sudah tidak mau diceramahi dan ingin belajar sendiri dengan menjadi navigator. Banyak tokoh-tokoh pendidikan Indonesia yang memiliki konsep pembelajaran yang bisa dipelajari. Tapi kadang lebih dikenali adalah tokoh luar negeri

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved