Berita Pamekasan Hari Ini
Demonstran Bakar Motor Pribadi karena Kecewa Penanganan Korupsi di Pemkab Pamekasan
#PAMEKASAN - Demonstran bernama Zaini Werwer membakar motor Honda Supra X miliknya di area Monumen Arek Lancor karena kecewa penanganan korupsi.
Penulis: Muchsin | Editor: Yuli A
#PAMEKASAN - Demonstran bernama Zaini Werwer membakar motor Honda Supra X miliknya di area Monumen Arek Lancor karena kecewa penanganan korupsi.
SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Jika demonstran biasanya beraksi sambil membakar ban bekas, demonstran di Pamekasan membakar motor yang masih berfungsi.
Zaini Werwer, koordinator para demonstran, membakar motor Honda Supra X miliknya di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Kamis (19/10/2023).
Awalnya, ia memimpin sekitar 100 pemuda yang tergabung dalam Koalisi Pamekasan Hebat Rakyat Menggugat (Koparat) dalam unjuk rasa ke kantor Pemkab Pamekasan.
Mereka hendak bertemu Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, mempersoalkan komitmen inspektorat yang dinilai tumpul dalam memberantas mafia yang menyelewengkan uang rakyat,
Sebelum ke kantor pemkab, mereka lebih dulu berkumpul di area monumen Arek Lancor. Kemudian koordinator lapangan, Zaini Werwer, berorasi yang menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Inspektorat Pamekasan.
"Kami kecewa berat dengan Inspektorat Pamekasan. Selama 3 tahun kasus korupsi mobil sigap, sampai sekarang tidak ada kejelasan dan tidak mampu menentukan tersangkanya. Kami sengaja membakar sepeda motor ini, sebagai bentuk perlawanan adanya korupsi di Pamekasan,” kata Werwer.
Ketika api mulai membakar sepeda motor itu, massa menjauh dan membiarkan api terus berkobar menghanguskan sepeda motor hingga tinggal kerangka.
Massa lalu bergerak menuju kantor pemkab dan meninggalkan sepeda motor yang masih dirubung api. Namun tidak berselang berapa lama, satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) datang, menyemprotkan air ke sepeda motor.
Begitu mereka tiba di kantor pemkab Jalan Kabupaten, mereka berhenti di pintu pagar sebelah timur. Karena sejumlah aparat kepolisian membuat pagar betis dan mencegah mereka masuk. “Kami ke sini ingin bertemu Pak Bupati (maksudnya Pj Bupati Masrukin). Tolong sampaikan kepada beliau, kami ingin menyampaikan kekecewaan kami terhadap leletnya kinerja inspektorat, “ kata Werwer dengan lantang.
Menurut Werwer, seharusnya dalam penanganan kasus mobil sigap, sudah ada tersangkanya. Karena statusnya sudah masuk ke tingkat penyidikan. Tapi sayangnya, ketika pihaknya datang ke kejaksaan negeri (Kejari) Pamekasan, mempertanyakan penanganan mobil sigap, kejari mengaku mengembalikan kepada inspektorat, untuk dilakukan audit dan menghitung kerugian negara.
Tetapi kata Werwer, setelah kasus mobil sigap ditangani inspektorat, ternyata sampai sekarang tidak ada kabar beritanya, sehingga terkesan ini dibiarkan tidak diurus. Sementara publik bertanya-tanya dan tidak percaya terhadap inspektorat.
Begitu juga dengan kasus proyek kelompok masyarakat (Pokmas) fiktif di Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Pamekasan, yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Pamekasan. “Kami menagih komitmen keseriusan bupati yang mendukung memberantas mafia di lingkungan pemkab Pamekasan,” ujar Wewer.
Polres Pamekasan Ciduk Penjudi Sabung Ayam, Ngaku Hanya Taruhan Ratusan Ribu, Nggak Sampai Miliaran |
![]() |
---|
Bikin Gempar Pamekasan Madura, Inilah Penyebab 5 Orang Tewas dalam Sumur, Dipicu Gas Beracun |
![]() |
---|
Pria Pamekasan Madura Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kondisi Mengenaskan di Depan Kamar Mandinya |
![]() |
---|
Three Five Cafe and Resto, Spot Nongki Viral di Pamekasan, Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo |
![]() |
---|
Presiden Probowo Akan Menaikkan Gaji Guru pada Tahun 2025, Begini Respons PGRI Pamekasan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.