Berita Malang Hari Ini

Jajanan Jadul dari Mahasiswa ITN Malang Lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2023

Jajanan jadul seperti cenil, lupis dan lainnya diangkat lagi oleh mahasiswa ITN Malang lewat wirausaha Jajanan Lupis Cenil Cinta Lingkungan

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/sylvi
Jajanan jaman dulu (jadul) seperti cenil, lupis dan lainnya diangkat lagi oleh mahasiswa ITN Malang lewat wirausaha Jajanan Lupis Cenil Cinta Lingkungan (Jalu Centil). Mereka adalah tiga mahasiswa Teknik Lingkungan S1 ITN Malang. Yaitu Anisa, Anggi Novitasari, Chania Azzahra dan satu mahasiswa S1 Arsitektur bernama Siti Fathimah. Mereka dibimbing oleh Dr Hardianto ST MT. 

SURYAMALANG.COM, MALANG- Jajanan jaman dulu (jadul) seperti cenil, lupis dan lainnya diangkat lagi oleh mahasiswa ITN Malang lewat wirausaha  Jajanan Lupis Cenil Cinta Lingkungan (Jalu Centil). Mereka adalah tiga mahasiswa Teknik Lingkungan S1 ITN Malang. Yaitu Anisa, Anggi Novitasari, Chania Azzahra dan satu mahasiswa S1 Arsitektur bernama Siti Fathimah. Mereka dibimbing oleh Dr Hardianto ST MT.


"Dengan P2MW ini, kami ingin belajar menjadi wirausaha muda yang berbakat. Serta memiliki kemampuan untuk meningkatkan usaha supaya lebih bersaing di masa yang akan datang," kata Anisa, Ketua Tim Jalu Centil pada Rabu (25/10/2023). Tagline wirausaha mereka adalah "Kue Jadul Rasa Dulu di Masa Kini".


Jalu Centil baru berdiri pada Maret 2023 dengan membawa semangat dan harapan jajanan jadul bisa kembali tren di masa sekarang. Untuk itu dibuat lemasan menarik dan pemasarannya mengikuti perkembangan digital. Mereka menggunakan 100 persen bahan alami. Hanya saja dalam proses pembuatannya harus ekstra sabar. Sebab banyak varian yang dibuat. Dan tiap varian berbeda cara pengolahannya.


Jajanan khas Jawa ini terdiri dari lupis yang berbahan beras ketan, ongol-ongol dari klaras tepung kanji dan tepung terigu. Lalu ada horok-horok dari tepung beras serta cenil dari tepung kanji. Sajian jajanan ini biasanya dengan parutan kelapa dan siraman gula merah. Sedang harganya dijual mulai Rp 7500 dengan kemasan mika coklat. Sedang daun pisang dipakai sebagai alas.


Menurut Anisa, lupis, cenil disukai oleh semua kalangan mulai anak-anak hingga kakek nenek karena rasanya manis, gurih, dan unik. Namun kendalanya pada daya simpan produk tidak bisa tahan lama. Anisa dan teman-temannya membuat Jalu Centil untuk dijual saat tidak ada perkuliahan. Sedang layanan pemesanan lewat Instagram dan Tiktok Jalucentil. Atau kalau ingin respon lebih cepat bisa mengirimkan pesan melalui WhatsApp. 


Pembeli juga bisa membelinya langsung di rumah Anisa di RT 06/RW 02, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Ia berharap jajan jadul ini bisa lestari dan bersaing dengan jajanan kekinian. Selain mereka, ada dua tim mahasisw ITN Malang yang lolos P2MW. Program ini dibiayai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 


Semua tim merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang. Selain Jaku Centil, ada produk Kopi Self dari mahasiswa S1 Teknik Sipil dan Serra Fashion muslim lokal Nadiem yang juga dari mahasiswa S1 Teknik Sipil. Ketiganya  melewati monev online sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) dengan tim P2MW Kemendikbud Ristek pada pekan kedua Oktober 2023 lalu. 


Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr Hardianto ST MT menyatakan monev merupakan evaluasi dan pemantauan atas perkembangan dan kemajuan program P2MW yang telah dijalankan oleh masing-masing kelompok. "Monev ini juga menjadi bahan pertimbangan/seleksi persiapan acara Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo tahun 2023 yang akan diadakan di Bali November 2023," kata dia.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved