Berita Viral

Derita Salsa Siswi Rawat Nenek dan 2 Paman Lumpuh, Bingung Gapai Cita-cita: Siapa yang Urus Mereka?

Derita Salsa siswi rawat nenek dan 2 paman lumpuh, bingung gapai cita-cita: siapa yang urus mereka?

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
TikTok @ceritaharuhariini
Salsa siswi di Purworejo. Derita Salsa siswi rawat nenek dan 2 paman lumpuh, bingung gapai cita-cita: siapa yang urus mereka? 

"Tapi masih bingung, kalau nanti kerjanya jauh siapa yang mengurus keluarga saya," kata Salsa.

Salsa siswi SMK tanpa orang tua rawat nenek dan dua paman lumpuh 1
Salsa siswi SMK tanpa orang tua rawat nenek dan dua paman lumpuh 1 (TikTok @ceritaharuhariini)

Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Salsa selalu menyiapkan makanan untuk orang-orang di rumah.
 
Setelah menyiapkan makanan, baru kemudian Salsa berangkat sekolah sambil membawa dagangan yang dijual di sekolah dan dititipkan di warung.

Jarak dari rumah Salsa yang terletak di Desa Tegal Kuning, Kecamatan Banyuurip ke sekolah sekitar 3 kilometer.

Setidaknya ada 10-20 bungkus aneka ragam jajanan yang dititipkan Salsa ke warung-warung.

"Ada keripik pare, sosis, kripik pisang, dan rengginang. Biasanya saya titipkan ke Yayasan juga," kata Salsa.

Baca juga: Viral Mobil Jazz Terparkir Setahun di Pinggir Jalan Terungkap Pemiliknya, Bukan Sosok Sembarangan

Artikel Kompas.com 'Kisah Siswi SMK Jadi Tulang Punggung Keluarga demi Rawat 2 Paman Lumpuh'.

Salsa siswi SMK tanpa orang tua rawat nenek dan dua paman lumpuh tulang punggung keluarga
Salsa siswi SMK tanpa orang tua rawat nenek dan dua paman lumpuh tulang punggung keluarga (TikTok @ceritaharuhariini)

Salsa mengaku sudah membawa dagangan ke sekolah sejak masih SMP.

Saat itu, gadis murah senyum ini sempat berjualan nasi bungkus yang dijual Rp 3.000.

Dulu saat neneknya masih sehat dan kuat, nenek Salsa juga berjualan keliling bahkan mengitari sawah.

Menurut Salsa, neneknya berjualan jajan untuk para petani di sawah dan dibayar dengan padi.

Situasi semakin rumit ketika neneknya yang sudah renta menderita penyakit jantung dan gangguan saraf.

Kini hanya Salsa yang jadi tulang punggung untuk menghidupi empat orang, termasuk dirinya.

"Sekarang nenek sudah tidak bisa jualan lagi, sudah tua. Saya belajar banyak dari nenek," kata Salsa.

Esti Yuwanti Guru BK SMKN 8 Purworejo membenarkan Salsa sering berpuasa dan beberapa kali sempat pingsan di sekolah akibat belum sarapan.

Di mata Esti, Salsa merupakan siswa periang dan cukup bersaing dalam kemampuannya dalam belajar.

"Dia itu tambah gede tambah bertanggungjawab, dia juga merawat adek sepupunya di rumah," kata Esti.

Setelah viral, Salsa kini telah didaftarkan oleh Yayasan Embun Surga Purworejo dalam platform Kitabisa.com.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

(Kompas.com|Bayu Apriliano)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved