Nasib Gielbran Ketua BEM UGM Usai Sebut Jokowi Alumnus Paling Memalukan, Bukan Didukung Tapi Dihujat

Begini nasib Gielbran Ketua BEM UGM usai sebut Jokowi alumnus paling memalukan yang sempat viral di media sosial. Bukan didukung tapi banyak dihujat.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Instagram
Nasib Gielbran Ketua BEM UGM Usai Sebut Jokowi Alumnus Paling Memalukan, Bukan Didukung Tapi Dihujat 

SURYAMALANG.COM - Beginilah nasib Gielbran Ketua BEM UGM usai sebut Jokowi alumnus paling memalukan yang sempat viral di media sosial. 

Sosok Gielbran Muhammad Noor sendiri ternyata mendapatkan banyak hujatan setelah mengkritik Presiden Jokowi yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM sebagai alumnus paling memalukan.

Tak hanya itu, Gielbran Muhammad Noor mengutarakan kritik pedas kepada Jokowi yang menggambarkan Jokowi sebagai pemimpin yang culas dengan kapasitas otak yang kecil hingga mengakui merasa jijik karena satu alumni dengan Presiden Jokowi.

Tentu saja hal ini menjadi sorotan tajam hingga menuai berbagai hujatan dari publik.

Gielbran mengatakan, penobatan untuk Jokowi ini adalah bentuk kekecewaan.

Menurutnya, sudah hampir dua periode Joko Widodo memimpin Indonesia, tapi masih ada banyak masalah penting yang belum diselesaikan.

Mulai dari kasus korupsi, pimpinan KPK, yang seharusnya bertanggung jawab untuk memerangi korupsi, sekarang malah menjadi pelaku kriminal.

Kemudian, Undang-Undang ITE tentang kebebasan berpendapat diubah, yang dianggap sangat mempermudah kriminalisasi aktivis.

Nasib Gielbran Ketua BEM UGM Usai Sebut Jokowi Alumnus Paling Memalukan, Bukan Didukung Tapi Dihujat
Nasib Gielbran Ketua BEM UGM Usai Sebut Jokowi Alumnus Paling Memalukan, Bukan Didukung Tapi Dihujat (YouTube)

Selain itu dirinya juga menyoroti konstitusi.

Dalam sidang MKMK, para hakim MK terbukti bermasalah.

Ini adalah bukti nyata bahwa MK sebenarnya tidak independen. 

Terlebih dengan hubungan pribadi keluarga Jokowi dengan Hakim Anwar Usman.

Karena banyaknya masalah, indeks demokrasi Indonesia semakin menurun.

"Kita merasa sudah tidak ada momentum lain selain sekarang untuk menobatkan Presiden Jokowi sebagai alumnus paling memalukan," kata Gielbran dalam diskusi publik darurat demokrasi bersama Serikat Merdeka Sejahtera (Semesta) di bundaran UGM, Jumat (8/12/2023).

Penobatan Jokowi sebagai alumnus UGM paling memalukan ini disimbolkan dengan pemasangan baliho bergambar wajah Jokowi.

Baliho berukuran cukup besar sekira 3x4 ini menggambarkan bagaimana Jokowi dalam dua fase.

Yaitu mengenakan almamater UGM berikut caping berpadu dengan Jokowi memakai jas dan mahkota raja.

Baliho tersebut terpasang di 3-4 titik di seputar kampus UGM.

Selain itu, wajah Jokowi dalam bentuk topeng juga dihadirkan dalam kursi kosong di diskusi tersebut.

Di akhir acara, panitia menyerahkan kajian berikut sertifikat alumnus paling memalukan kepada manipulasi Jokowi yang diperankan oleh perwakilan massa.

Nantinya sertifikat dan kajian itu bakal dilayangkan melalui Pos ke Istana Presiden.

Lebih lanjut Gielbran menilai, Joko Widodo tidak mencirikan lagi nilai-nilai UGM.

Joko Widodo, di akhir masa pemerintahan justru menghendaki perpanjangan kekuasaan laiknya seorang raja Jawa. Tanpa memperhatikan nilai etik. 

"Belum lagi bicara dinasti politik beliau, yang jelas terpampang di depan mata kita. Sehingga saya rasa seperti tadi tidak ada momentum selain sekarang untuk menobatkan beliau sebagai alumnus paling memalukan," kata dia. 

Mimbar diskusi publik di Bundaran UGM ini menghadirkan narasumber Aktivis Hak Asasi Manusia, Fatia Maulidiyanti dan akademisi sekaligus peneliti Hukum Tata Negara Indonesia, Dr. Zainal Arifin Mochtar.

Respon Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan soal etika terkait dengan penobatan dirinya sebagai alumni paling memalukan UGM.

Jokowi mengatakan, meskipun Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi, tapi sopan santun dan adat ketimuran perlu diterapkan.

"Ya itu proses demokrasi, boleh-boleh saja saja tetapi perlu saya juga mengingatkan kita ini ada etika,sopan santun ketimuran," kata Jokowi usai Peresmian Stasiun Pompa Ancol Sentiong di Ancol, Jakarta Utara, Senin, (11/12/2023).

Penyerahan sertifikat alumni UGM paling memalukan dari BEM KM untuk Presiden Jokowi, di Bundaran UGM, Yogyakarta, Jumat (8/12/2023). (TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan)
Penyerahan sertifikat alumni UGM paling memalukan dari BEM KM untuk Presiden Jokowi, di Bundaran UGM, Yogyakarta, Jumat (8/12/2023). (TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan) ()

Meskipun demikian, Presiden tidak ambil pusing dengan penobatan tersebut.

Ia menganggap hal itu biasa saja.

"Ya biasa saja," pungkasnya.

Artikel Tribunnews, 'Nobatkan Jokowi Jadi Alumni Paling Memalukan, Gielbran Ketua BEM UGM Banjir Hujatan'.

Komentar Istana

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyatakan Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan penilaian dari BEM KM UGM ini. 

Presiden Jokowi menganggap dalam negara demokrasi kritik, pujian dan kepercayaan terhadap penyelenggara negara adalah hal yang wajar. 

Ari menjelaskan, sebagai penyelenggara negara, publik pasti ada yang menilai puas dengan kinerja pemerintah, ada juga yang tidak.

Dikutip dari kompas.tv di artikel yang berjudul Istana Minta Cek Lembaga Survei usai BEM KM UGM Kritik Presiden Jokowi Jadi Alumnus Paling Memalukan, namun Ari juga menyebutkan ada yang menilai sangat puas. 

Hal tersebut bisa dilihat dari penilaian lembaga survei terhadap kinerja Presiden Jokowi, dan aktivitas Presiden Jokowi yang lebih turun ke lapangan mendengar suara masyarakat. 

Baliho bergambar wajah Jokowi dinominasikan sebagai alumnus UGM paling memalukan terpampang di depan diskusi publik bertema darurat demokrasi di bundaran UGM, Jumat (8/12/2023). (TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin)
Baliho bergambar wajah Jokowi dinominasikan sebagai alumnus UGM paling memalukan terpampang di depan diskusi publik bertema darurat demokrasi di bundaran UGM, Jumat (8/12/2023). (TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin) ()

"Semua input baik pujian ataupun kritik, akan selalu menjadi "vitamin" untuk meningkatkan kinerja pemerintahan sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Ari dalam pesan singkat, Sabtu (9/12/2023).

Ari menambahkan, di tengah kontestasi politik saat ini, kritik kepada pemerintah bisa menjadi salah satu cara untuk menarik elektoral dan sah-sah saja dilakukan. 

Namun, semua opini itu harus diuji dengan artumentasi, fakta dan bukti. 

"Coba cek saja penilaian lembaga-lembaga survei terhadap kinerja presiden. Juga bisa cek aktivitas Presiden yang lebih sering turun ke lapangan, mendengarkan suara masyarakat," ujar Ari. 

Pernyataan Gielbran panen kritikan

Akun Instagram pribadi Gielbran, Ketua BEM KM UGM ini dengan segera diserbu warganet setelah pernyataannya yang menyebut Jokowi sebagai alumni paling memalukan ini jadi ramai.

Dari pantauan di akun Instagramnya, Gielbran banyak mendapat komentar dari akun-akun yang tidak setuju dengan pemberian gelar alumni paling memalukan pada Jokowi dari BEM KM UGM ini. 

Sejumlah akun yang menyatakan tidak setuju dengan Gielbran ini menyoroti soal sopan santun. 

Gielbran mengunggah status di Instagram Storynya.

Tidak diketahui apakah Instagram Story yang diunggah Gielbran ini terkait dengan banyaknya warganet yang tidak setuju dengan dirinya atau bukan.

Pastinya, Gielbran menulis kalimat "Demi kebenaran, hanya Tuhan yang kutakutkan" di Instagram Storynya.

Gielbran yang masih menjalani pendidikan di semester 9 Fakultas Ilmu dan Industri Perternakan UGM itu diserang komentar pengguna media sosial.

Dikutip dari laman PDDikti, Ketua BEM UGM itu tercatat aktif sejak 2019 lalu.

Netizen pun mengomentari bahwa Gielbran Muhammad Noor minimal sudah lulus jika ingin menyampaikan kritik pedas.

"Minimal lulus sih," tulis akun TikTok @edis******.

"Kirain masih semester berapa, emang ada semester 9 ya?" tulis netizen lainnya.

Profil Gielbran Muhammad Noor

Dikutip dari laman UGM, Gielbran Muhammad Noor lahir di Sragen, Desember 2020.

Dengan demikian, ia berusia 23 tahun.

Ia masuk ke UGM pada 2019 dan menjadi mahasiswa Fakultas Peternakan UGM.

Semasa SMA, Gielbran bersekolah di kota kelahiran Jokowi, tepatnya di SMA MTA Surakarta. 

Semasa SMA, Gielbran juga meraih sejumlah penghargaan di bidang biologi yakni Juara 2 di Biology Competition of UNS 2018, Juara 2 di Biology Competition of UMS 2018, Juara Harapan 2 di Biosphere of UNS 2017 dan Juara 2 Olimpiade Sains Kota Surakarta bidang Biologi

Sebelum menjadi ketua BEM KM UGM, Gielbran menjadi Ketua BEM Fakultas Peternakan UGM, Koordiatir Majelis Pekerja Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Peternakan UGM.

Semasa SMA ia juga menjadi Ketua OSIS. 

Beasiswa : Rumah Kepemimpinan (2020-2022)

Prestasi :

1. Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 34 bidang Pemberdayaan Masyarakat
2. Peserta International Summerschool di University of Hiroshima, Jepang
3. Delegasi International Symposium on the UN’s Sustainable Development Goals di University of
Hiroshima, Jepang

Majelis Tafsir Alquran

Sekolah Menengah Atas (2016-2019)

Prestasi :
1. Juara 2 di Biology Competition of UNS 2018
2. Juara 2 di Biology Competition of UMS 2018
3. Juara Harapan 2 di Biosphere of UNS 2017
4. Juara 2 Olimpiade Sains Kota Surakarta bidang Biologi

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved