Berita Malang Hari Ini
Napak Tilas Kejayaan Kerajaan Majapahit dan Raden Wijaya, 27 Pelari Lari Sejauh 70 KM
Para pelari itu telah menempuh jarak sekitar 70 kilometer (KM) mulai Kamis (4/1) sampai Jumat (5/1).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Widodo memberikan medali kepada 27 pelari yang telah napak tilas Raden Wijaya dengan lari marathon dari Kabupaten Mojokerto ke kampus UB di Kota Malang.
Para pelari itu telah menempuh jarak sekitar 70 kilometer (KM) mulai Kamis (4/1) sampai Jumat (5/1).
27 pelari itu terdiri dari dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni UB. Para pelari napak tilas dalam rangka memperingati dies natalis ke-61 UB.
Para pelari start di Pendopo Agung Raden Wijaya, Kabupaten Mojokerto, dan finish di kampus UB. Proses perjalanan dibagi menjadi dua etape.
Pada etape pertama, peserta berlari secara estafet menempuh jarak sekitar 35 KM. Para pelari mengambil rute Pendopo Agung Raden Wijaya, Dusun Jetis, kemudian ke Wisata Air Balekambang, lalu ke Sebrang Titik 0 Pacet, rest area Sendi dan berakhir di ATPUB, Cangar. Kemudian para pelari istirahat di Cangar.
Etape kedua mengambil start dari Cangar menuju depan perumahan purnawirawan TNl, lalu ke Masjid At-Taqwa Kota Batu, kemudian ke Masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan finish di Gedung Samantha Krida UB.
"Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk kembali mengingat kejayaan Kerajaan Majapahit dan Raden Wijaya. Kerajaan Majapahit dan Raden Wijaya adalah simbol cikal bakal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Dr Setiawan Noerdajasakti SH MH, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UB dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM.
Saat sampai di UB, para pelari mereka langsung menuju Samantha Kridha (Sakri) yang menjadi tempat Rapat Terbuka Senat UB dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-61. Seluruh rombongan menyerahkan panji UB kepada Rektor UB, Prof. Widodo.
Tiga orasi ilmiah tersaji dalam Rapat Terbuka Senat UB, yaitu Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UB, Dr Ns Lilik Supriati SKep MKep.
Suharso mengatakan Bappenas telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas. Menurutnya, UB pernah mengusulkan kerja sama terkait RS Pendidikan, tapi tidak berlanjut.
Suharso berharap UB merealisasikan riset-riset terapan dengan basis sumber daya alam (SDA) di Indonesia. UB juga bisa riset soal impor daging sapi yang selalu.
Suharso mengaku pernah datang ke negara yang mengklaim sebagai ibukota daging dunia. Menurutnya, negara itu bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan daging itu. "Kalau UB kuat di Fakultas Pertanian (FP). itu bisa membantu," kata Sunarso.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.