Berita Malang Hari Ini

Pasar Terpadu Akan Jadi Magnet Ekonomi Baru di Kota Malang Bagian Timur

Diskopindag Kota Malang sedang mengkaji rencana pembangunan pasar terpadu di kawasan Arjowinangun.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang sedang mengkaji rencana pembangunan pasar terpadu di kawasan Arjowinangun.

Pasar di dekat Terminal Hamid Rusdi itu digadang-gadang menjadi magnet ekonomi baru di Kota Malang bagian timur.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan Pemkot berencana menggeser pusat ekonomi dan perdagangan Kota Malang ke bagian timur. Makanya pasar terpadu akan dikonsep sebagai pasar rakyat dengan bangunan modern.

"Pasar itu akan menjadi pusat bongkar muat barang dan pusat distribusi barang. Semua barang dari Kabupaten Malang, Lumajang, Blitar, Probolinggo, dan sebagainya akan berkumpul di pasar terpadu," ujar Eko kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/1).

Pasar terpadu akan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare. Diperkirakan pasar terpadu dapat menampung sekitar 2.000 pedagang dari Pasar Gadang, Pasar Kebalen, dan Pasar Kedungkandang.

Selama beberapa pasar di Kota Malang rawan macet. Menurut Eko, Pemkot berkepentingan untuk memecah kemacetan dan titik keramaian. Eko menilai pemindahan pedagang ke pasar terpadu tersebut bisa memecah kemacetan karena adanya aktivitas jual beli.

"Kami perlu menangani kemacetan di Kota Malang. Pusat keramaian perlu dipecah untuk memperlancar arus lalu lintas, terutama di sekitar Pasar Kebalen, Pasar Kedungkandang, dan Pasar Gadang. Pasar terpadu itu yang menampung semua pedagang dari tiga pasar itu,” ujar Eko.

Eko menyadari rencana pembangunan pasar terpadu akan berpotensi memunculkan pro kontra. Namun Eko yakin rencana pembangunan pasar untuk kesejahteraan rakyat, terutama pedagang.

Eko menegaskan pemkot tidak pernah melarang warga berdagang. "Yang dilarang adalah tempat berdagangnya. Warga boleh usaha apa saja, tapi tempatnya harus diatur. Pembangunan pasar terpadu itu untuk rakyat, serta untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat," katanya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved