Berita Malang Hari Ini

PUPR Akan Temui Pemkab Malang, dan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan untuk Bahas Gate 13

Keluarga korban tragedi Kanjuruhan demo di Kantor Pemkab Malang, Senin (22/1).

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Luluul Isnainiyah
Keluarga korban tragedi Kanjuruhan demo di Kantor Pemkab Malang, Senin (22/1). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Keluarga korban tragedi Kanjuruhan demo di Kantor Pemkab Malang, Senin (22/1). Keluarga korban menolak rencana pembongkaran gate 13 di Stadion Kanjuruhan.

Saat demo, keluarg akorban membentangkan spanduk bertulis '#SAVEGATE13 Usut Tuntas Atau Kami Balas'. Sambil membaca selawat nabi, keluarga korban tragedi Kanjuruhan berjalan menuju ke dalam Pendopo Agung.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang menemui keluarga korban tragedi Kanjuruhan di Pendopo Agung.

"Kami minta gate 13 tidak dibongkar karena itu menjadi pengingat bagi kami. 135 orang pernah dibantai di gate 13," ujar Rizal Putra Putrama, keluarga korban tragedi Kanjuruhan kepada SURYAMALANG.COM.

Rizal bersama Devi Athok sempat membuat laporan model B terkait tragedi Kanjuruhan. Rizal menilai kepolisian belum menangani laporan model B tersebut. Padahal Rizal juga sempat membawa laporan tersebut ke Bareskrim Polri.

"Sekarang Stadion Kanjuruhan sudah dibongkar, tetapi laporan model B di Polres Malang belum tertangani. Kami bawa laporan itu ke Bareskrim, tapi juga belum ada perkembangan," sambungnya.

Devi Athok juga ingin gate 13 Stadion Kanjuruhan menjadi museum. Menurut Devi, gate 13 bisa menjadi pengingat tragedi yang menewaskan ratusan suporter Arema FC tersebut.

"Kalau memang ditutup, tutup saja tribune-nya. Tapi tangga dan pintu jangan diotak atik. Kalau bagian lain, masih bisa diomongkan bersama," imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator LBH Pos Malang, Daniel Siagian mengatakan aksi di Kantor Pemkab Malang tersebut sebagai tindak lanjut dari audiensi dengan DPRD Kabupaten Malang pada 12 Juli 2023. Dalam audiensi tersebut, keluarga korban menolak renovasi Stadion Kanjuruhan dan pembongkaran gate 13.

"Satu aspirasi keluarga korban yang tidak diindahkan adalah soal renovasi dan pembongkaran Stadion Kanjuruhan. Alasannya, tidak pernah dilakukan rekonstruksi di Stadion Kanjuruhan yang menjadi lokasi kejadian," kata Daniel.

Menurutnya, keluarga korban ingin gate 13 tidak diubah atau dibongkar. Keluarga korban ingin lokasi tersebut persis seperti sedia kala. "Nilai historisnya tragedi kemanusiaan tidak boleh dihilangkan," tukasnya.

Sesuai rencana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan bertemu dengan Pemkab Malang, stakeholder, dan perwakilan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Pertemuan yang akan digelar pada akhir Januari atau awal Februari itu akan membahas gate 13 di Stadion Kanjuruhan. Daniel berharap keluarga korban dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

"Jangan sampai kebijakan pembangunan ditetapkan sepihak. Sebelumnya, kami sudah banyak melakukan penolakan," tukasnya.

Plt Kepala Dispora Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang mengatakan sampai sekarang gate 13 belum dibongkar.

"Gate 13 masih seperti itu. Gate di sebelah kanan dan kiri dari gate 13 juga belum dibongkar," kata Firmando.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved